Di Kelurahan Blooto, Terimbas Angin Ribut
KOTA – Sejumlah bangunan yang terdampak akibat angin kencang di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, pekan lalu diajukan menerima bantuan ke Pemkot Mojokerto. Pengajuan didasarkan pada tingkat kerusakan serta kemampuan ekonomi pemilik.
Lurah Blooto Wahyudi menyatakan bantuan untuk korban angin kencang diajukan ke Pj Wali Kota Mojokerto. Surat permohonan bantuan ini juga ditembuskan ke tiga pihak, yang meliputi dinas sosial (dinsos), dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman (DPUPR Perakim), serta Baznas Kota Mojokerto.
’’Sudah kami ajukan dan sekarang masih menunggu proses realisasi,’’ katanya, kemarin (16/2). Wahyudi menyebut terdapat empat bangunan rusak yang dimintakan bantuan. Keempat bangunan ini tersapu angin ribut hingga mengalami kerusakan parah. ’’Yang kami ajukan ada empat lokasi itu, untuk dampak lainnya sifatnya laporan,’’ imbuh dia.
Pengajuan bantuan didasarkan pada tingkat kerusakan bangunan. Empat bangunan yang diajukan meliputi rumah serta warung yang sekaligus menjadi tempat tinggal. Semua atap bangunan ini terbang usai diterjang angin pada Minggu (9/2) lalu.
Selain itu, Wahyudi juga melakukan verifikasi serta asesmen terhadap pemilik serta kondisi ekonomi yang bersangkutan. Dengan demikian, tak semua bangunan yang terdampak angin kencang dimohonkan bantuan. Salah satunya termasuk Warung Kopi Selir 99 yang rusak total. ’’Karena kami tidak tahu pemilik warkop ini orang mana, dalam mengajukan bantuan ini kami juga melihat kemampuan pemilik,’’ ujarnya.
Kelurahan belum mengetahui kapan bantuan akan terealisasi. Pun demikian dengan bentuk bantuan yang akan diterima para pemilik bangunan. ’’Biasanya berupa material, tapi yang ini belum ada petunjuk lebih lanjut,’’ tandasnya.
Sepekan lalu, angin kencang menerjang wilayah barat Kota Mojokerto tersebut. Tercatat sedikitnya 15 bangunan yang meliputi rumah, warung, dan bengkel rusak. Sebagian besar kerusakan terdapat pada atap asbes dan rangka baja ringan. Selain itu, angin ribut juga menumbangkan sejumlah pohon. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi