Antisipasi Pohon Rawan Tumbang di Kota
KOTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto terus berupaya melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang rawan tumbang. Pengeprasan dilakukan secara estafet hingga akhir bulan mendatang.
Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid menuturkan, pemangkasan pohon dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terulang kejadian pohon tumbang. Mengingat, wilayah Kota Mojokerto masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. ’’Dahan dan ranting pohon yang rawan terkena angin kencang kita lakukan terus sampai dengan akhir Februari,’’ terangnya.
Selain itu, langkah tersebut juga menindaklanjuti surat edaran (SE) tentang Kewaspadaan Cuaca Ekstrem dan Potensi Angin Kencang di Kota Mojokerto yang diterbitkan Sekdakot Mojokerto pada Minggu (9/2) lalu. Sehingga, upaya mitigasi dilakukan dengan menyisir pohon peneduh di semua ruas jalan protokol di kota. ’’Pohon yang sudah kering juga akan langsung kita lakukan pemotongan,’’ imbuhnya.
Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menggiatkan upaya pencegahan bencana. Utamanya dengan melakukan perapian pohon yang berada di jalan lingkungan. ’’Karena tenaga kami terbatas, maka warga di tiap RT/RW kami minta bantuan untuk merapikan pohon yang milik pribadi maupun lingkungan,’’ tandasnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Juanda, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan peningkatan kecepatan angin berlangsung hingga 16 Februari nanti. Meski demikian, imbuh Amin, kegiatan pencegahan bencana pohon tumbang dilaksanakan hingga sebelum bulan suci Ramadan nanti.
Seperti diketahui, puluhan pohon tumbang diterpa angin kencang pada Minggu (9/2). Di antaranya yang terdampak yakni di ruas Jalan Mojopahit, Jalan Raya Blooto, Jalan Trenggilis, Jalan Citra Surodinawan Estate, Lapangan Prajurit Kulon, dan Jalan Mayjen Sungkono. Selain itu, empasan angin juga merusak sejumlah rumah, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi