Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ulat Bulu Menyerang Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto, Warga Alami Gatal-gatal

Rizal Amrulloh • Selasa, 4 Februari 2025 | 14:55 WIB
DIBERANTAS: Petugas DKPP Kota Mojokerto melakukan penyemprotan untuk membasmi ulat bulu di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (3/2).
DIBERANTAS: Petugas DKPP Kota Mojokerto melakukan penyemprotan untuk membasmi ulat bulu di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (3/2).

Bersarang di Pohon Asam, Terjadi di Surodinawan dan Wates

 KOTA - Serangan ulat bulu membuat resah warga di Jalan Raya Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (3/2). Beberapa warga mengalami gatal-gatal akibat terpapar bulu hewan melata yang bersarang di pohon asam ini.

 Kemunculan ulat bulu awalnya diketahui pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di Jalan Raya Surodinawan. Salah satunya Dina. Dia mulai terganggu kenyamanannya akibat adanya ulat berbulu kecokelatan ini. ”Jadi tidak tenang, tidak nyaman. Terutama, pembeli kan takut,” tandas perempuan yang sehari-hari berjualan bubur ayam ini.

 Menurut Dina, keberadaan ulat bulu mulai muncul dalam sepekan terakhir. Dan, jumlahnya kian hari semakin banyak hingga mencapai ratusan ekor yang bersarang di pohon asam. ”Tiap hari tiba-tiba kejatuhan di jibab dan nempel di baju. Meja dan kursi-kursi juga dirambati,” urainya. 

Akibatnya, warga asal Kelurahan Blooto ini mengaku kerap mengalami gatal-gatal. Hingga akhirnya, kemunculan ulat bulu tersebut dilaporkan ke pihak kelurahan dan diteruskan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto. ”Karena jumlah ulatnya banyak banget. Kalau kena gatal-gatal panas,” imbuhnya. 

Firnando, pegadang lainnya juga terpaksa harus menutup usahanya. Bahkan, kemarin lapaknya juga diamankan karena keberadaan ulat yang semakin tak terkendali. ”Ulatnya ada yang masuk ke rombong, sehingga saya tutup daripada banyak yang gatal-gatal,” imbuh pedagang es ini. 

Terlebih, tempat usahanya tepat berada di bawah pohon asam yang menjadi sarag ulat bulu. Pedagang lainnya sempat berinisiatif untuk melakukan penyemprotan secara mandiri, namun upaya pembasmian tersebut belum membuahkan hasil. ”Meski sudah disemprot, ternyata ulatnya masih banyak,” tandasnya.

 Hingga akhirnya petugas DKPP Kota Mojokerto turun untuk melakukan pemberantasan dengan menyemprotkan cairan insektisida kemarin. Musim penghujan menjadi salah satu faktor meningkatnya populasi serangga pemakan daun ini. ”Sudah ada tiga laporan yang masuk ke kami terkait ulat,” ungkap Penyuluh Pertanian DKPP Kota Mojokerto Kholil di lokasi. 

Selain di Surodinawan, fenomena ulat bulu juga muncul di Taman Anti Narkoba, Kelurahan Wates dan langsung ditangani pada Minggu (2/2). Sebelumnya, pengendalian juga dilakukan di area Sentara IKM Batik, Kelurahan Gunung Gedangan. ”Tapi, jenisnya berbeda. Sudah kita lakukan penyemprotan juga karena jumlahnya banyak,” tegasnya. (ram/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#serangan ulat bulu #surodinawan #Kota Mojokerto