Dampak Cuaca Ekstrem di Puncak Musim Hujan
KABUPATEN –Seluruh wisata alam dan pendakian di wilayah Kabupaten Mojokerto ditutup sementara per kemarin. Pengelola wisata mengantisipasi dampak terjadinya cuaca ekstrem yang bisa mengancam kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Seperti yang dilakukan Perhutani KPH Pasuruan. Sejumlah objek wisata di wilayah Pacet dan Trawas terpaksa ditutup sementara. Mulai dari Puthuk Siwur, Puthuk Gragal, Indreng Genitri, pendakian Gunung Lorokan hingga sejumlah jalur pendakian di Gunung Penanggungan.
”Penutupan sementara ini menindaklanjuti surat Administratur/KKPH Pasuruan No 0343/043.7/Psu/2024 tentang Himbauan Wisata dan hasil rapat dengan BPBD Kabupaten Mojokerto dan Muspika setempat pada 31 Januari kemarin,” ujar Kasubsi Hukum Kepatuhan dan Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Pasuruan Ngatemin, kemarin.
Pihaknya menjelaskan, kebijakan ini diberlakukan untuk meminimalisir dampak terjadinya cuaca ekstrem. Sekaligus mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan pada para wisatawan. Pasalnya, cuaca ekstrem dapat memicu bencana seperti angin kencang, banjir hingga tanah longsor. Terlebih, berdasarkan prakiraan BMKG, saat ini Kabuten Mojokerto tengah memasuki puncak musim hujan. ”Penutupan sementara ini dilakukan sampai cuaca normal dan aman. Sambil menunggu adanya pemberitahuan lebih lanjut,” terangnya.
Langkah yang sama dilakukan UPT Tahura R Soerjo. Seluruh objek wisata dan pendakian ditutup sementara pada awal musim hujan atau pekan pertama November 2024 lalu. Nantinya, wisata akan dibuka kembali bagi umum dengan seiring perkembangan kondisi cuaca. ”Penutupan ini kita berlakukan sampai cuaca mendukung dan kondusif,” sebut Kepala UPT Tahura R Soerjo Ahmad Wahyudi. (vad)
Editor : Hendra Junaedi