Kondisi Korban Terseret Ombak Pantai Drini Membaik
KOTA – Tiga siswa SMPN 7 Mojokerto korban terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat outing class akhirnya diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Dengan demikian, masih tersisa satu siswa, Ahmad Muzaki, karena masih menjalani perawatan kendati kondisinya berangsur stabil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, kondisi pelajar kelas VIIC ini memang masih dalam masa pemulihan. Namun, Muzaki sudah tidak lagi dirawat di ruang ICU RSUP Dr Sardjito, melainkan telah dipindahkan ke ruang perawatan biasa. ’’Sudah pindah kamar ke ruang rawat biasa. Tapi, masih dalam tahap pemulihan,’’ katanya.
Ruby menjelaskan, siswa 13 tahun tersebut diperkirakan akan kembali pulang secepatnya ke Kota Mojokerto. Sebab, kondisinya kini terus menunjukkan perkembangan membaik. Namun, dia diharuskan istirahat hingga beberapa hari. ’’Mungkin (kepulangan) kalau nggak besok (hari ini, Red), ya lusa (besok). Sudah bisa diajak komunikasi, tinggal pemulihan di bagian pencernaan saja,’’ papar Ruby.
Dia menegaskan, jika kondisi Muzaki terus membaik bukan tidak mungkin akan langsung dipulangkan ke kediamannya tanpa harus dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Sementara itu, siswa lainnya yang juga sempat menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito, Ainoah Reza, sejak Kamis (30/1) sudah dipulangkan lebih dulu. Termasuk dua siswa yang dirawat di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Masing-masing, Firmanda Ramadani dan Bintang Kenzie. Mereka juga telah diizinkan pulang pasca kondisinya pulih usai menjalani perawatan di ruang pediatric intensive care unit (PICU). ’’Ini sudah pulang. Tadi (kemarin, Red) siang masih menunggu obat dengan didampingi orang tuanya,’’ kata Kabag Humas RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Nur Azizah Sri Utami.
Sebelumnya, mereka dirujuk dari RSUD Saptosari Yogyakarta ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Keduanya tiba di rumah sakit pelat merah milik pemkot pada Rabu (29/1) pukul 00.58 dini hari. ”Sempat masuk PICU, karena diagnosa aspirasi pnemounia,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi