Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mojokerto Dibayangi Bencana Tanah Longsor

Martda Vadetya • Sabtu, 1 Februari 2025 | 15:10 WIB

 

WASPADA: Awan hitam memayungi langit Pacet, kemarin. BMKG memprakirakan wilayah Mojokerto dibayangi cuaca selama libur panjang Imlek 2025.
WASPADA: Awan hitam memayungi langit Pacet, kemarin. BMKG memprakirakan wilayah Mojokerto dibayangi cuaca selama libur panjang Imlek 2025.

KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto meminta warga daerah 18 Kecamatan mewaspadai potensi banjir bandang dan tanah longsor. Pasalnya, kurun akhir Januari hingga awal Februarru wilayah Kabupaten Mojokerto berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengutarakan, hal ini berdasarkan Surat Edaran Kepala BMKG RI Nomor : e.T/KL.00.02/004/KB/I/2025 tentang Peringatan Dini Cuaca di Daerah Rawan Longsor. Selama kurun 26-30 Januari 2025, diprakirakan wilayah Mojokerto berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat. Yang berpotensi memicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.

’’Selain memasuki puncak musim hujan, potensi cuaca ekstrem ini dampak adanya angin Monsun Asia dan La Nina,’’ ujarnya, kemarin. Tak pelak, pihaknya meminta masyarakat untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Terutama bagi warga di zona merah longsor yang terpetakan di kawasan pegunungan seperti Pacet, Trawas, Gondang maupun Jatirejo. ’’Sejauh ini empat wilayah di kawasan pegunungan tersebut masuk kategori rawan longsor. Sehingga kami mengimbau agar warga maupun pengunjung objek wisata di daerah pegunungan untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ sebutnya.

BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyosialisasikan hal ini. Termasuk pemerintah desa dan kecamatan. Khakim menguraikan, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan warga untuk mengantisipasi tanah longsor. Pertama, memastikan drainase di kawasan lereng gunung berfungsi optimal saat tidak hujan. Kemudian, tidak melakukan penggalian pada kawasan lereng yang rawan longsor.

’’Waspada apabila terjadi tanda-tanda lereng akan longsor dan langsung menghindar dan selalu perhatikan tanda-tanda awal tanah longsor. Seperti muncul rembesan air hingga retakan atau amblesan tanah pada lereng. Bila perlu, hindari berada di kawasan rawan tanah longsor saat sedang hujan,’’ tukas Khakim. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bpbd kabupaten mojokerto #tanah longsor #banjir bandang #cuaca ekstrem