Dievakuasi setelah Semalam Berlindung di Gua Botol
KOTA - Lima pendaki Gunung Penanggungan di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, terjebak badai angin kencang. Rombongan pendaki satu keluarga asal Malang itu berhasil dievakuasi tim penyelamat setelah satu malam berlindung di Gua Botol.
Anggota SAR Penanggungan Fatkur mengatakan awalnya kelima pendaki naik ke Gunung Penanggungan lewat jalur pendakian Desa Kedungudi, Trawas, pada Rabu (29/1) pagi. Mereka meliputi tiga pendaki laki-laki dan dua perempuan atas nama adalah Boyadi, Didik, Yuyun, Lintang, dan Ardhien.
Namun, cuaca ekstrem membuat rombongan ini urung sampai puncak. Hujan disertai angin kencang dan kabut tebal melanda lereng gunung setinggi 1.653 meter tersebut. Karena tak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian, kelimanya memutuskan berlindung di Gua Botol yang berjarak sekitar 500 meter dari puncak Penanggungan. ’’Karena badai mereka tidak bisa turun akhirnya dikirim logistik oleh teman-teman perizinan pos Kedungudi,’’ jelas Fatkur, kemarin (31/1).
Setelah terjebak selama sehari semalam, kelimanya akhirnya dibantu turun pada Kamis (30/1) sekitar pukul 21.00. Fatkur menyebut para pendaki dikawal turun via jalur Jolotundo dan sekira pukul 24.00 tiba di Desa Kunjorowesi, Ngoro. Setelah beristirahat, kemarin (31/1) dini hari pukul 03.00, mereka akhirnya sampai di posko pendakian Kedungudi. ’’Sekarang mereka sudah balik ke Malang dan kondisinya sehat semua,’’ imbuh sukarelawan dari kelompok Galena Rescue itu.
Fatkur menyatakan, kelimanya merupakan pendaki terakhir yang berada di kawasan Penanggungan sebelum seluruh jalur pendakian ditutup mulai Kamis (30/1) pagi. Penutupan dilakukan karena cuaca ekstrem. Saat itu juga sedianya mereka dijadwalkan sudah turun. ’’Kamis itu sudah harus steril, tidak ada pendaki. Tapi karena ada badai itu mereka mungkin takut turun,’’ tandasnya.
Pengurus LMDH Seloliman yang mengelola jalur pendakian Jolotundo mengatakan laporan pendaki terjebak badai diterima pihaknya. Laporan pada Kamis sore itu berasal dari keluarga pendaki di Malang yang menginformasikan kalau kelimanya belum ada kabar sejak naik pada Rabu. ’’Kami kroscek ke jalur pendakian lain karena tidak tahu naiknya lewat mana, ternyata di Kedungudi dan mobilnya juga ada di sana,’’ jelasnya, kemarin.
Setelah itu terdapat kabar yang diterima keluarga jika kelimanya berlindung di Gua Botol. Informasi itu kemudian menjadi bekal tim penyelematan melakukan evakuasi. ’’Di Gua Botol ini masih ada sinyal, jadi bisa kontakan. Posisi Gua Botol juga bisa diakses lewat Jolotundo dan Kedungudi,’’ tandas Suwarno. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi