Tiga jenazah siswa SMPN 7 Mojokerto yang menjadi korban tewas tenggelam di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah dimakamkan Selasa (28/1) malam. Demikian juga dengan rombongan siswa turut dipulangkan dan dikembalikan kepada keluarga Selasa (28/1) malam.
RIZAL AMRULLOH, Kota
Mad Arif, ayah mendiang Alfian Aditya Pratama masih tak menyangka bahwa obrolan melalui video call menjadi perbincangan terakhirnya dengan buah hatinya. Pada Senin (27) malam itu, dia bersama istrinya, Lulik Indra Wibawanti, ingin menatap wajah Alfian sebelum berangkat menggunakan 5 armada bus untuk kegiatan outing class ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Meski masih dibalut kesedihan, dia mengaku mengikhlaskan kepergian anak sulungnya tersebut menghadap sang Khalik. Arif juga masih terkenang akan permintaan terakhir dari siswa yang duduk di kelas VII itu. ”Sebelum berangkat sudah saya beliin di toko. Dia (Alfian) pilih sandal yang warna putih dan minta dompet baru,” kenangnya.
Kemarin (29/1), jenazah Alfian tiba di rumah duka di Gang Flamboyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (28/1) malam. Saat itu juga, jenazah anak pertama dari dua bersaudara ini langsung dikebumikan di pemakaman umum setempat.
Di tempat terpisah, dua jenazah korban meninggal akibat terseret ombak di Pantai Drini turut dimakamkan Selasa (28/1) malam. Di antaranya, Bayhaki Faqtyansah asal Desa Penompo, Jetis, Kabupaten Mojokerto yang disemayamkan tepat di hari ulang tahunnya. ”Sekarang pas ulang tahunnya ke 14. Tapi, Allah lebih sayang Haki," ungkap Yani Wiyati, kerabat korban.
Satu korban lainnya, jenazah Malvein Yusuf Adh Dhuqa juga tiba di rumah duka di Jalan Al-Azhar, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Dalam waktu hampir bersamaan, putra dari pasangan Yosep Tri Andreas dan Istiqomah ini dikebumikan jelang dini hari.
Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro usai bertakziah menuturkan, ketiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan laut telah diserahkan kepada keluarga dan langsung disemayamkan. ”Alhmdulillah, ketiga korban laka laut yang meninggal dunia sudah tiba di Kota Mojokerto dan masing-masing pihak keluarga sudah langsung memakamkan jenazahnya,” ungkapnya usai ikut melepas jenazah Alfian ke pemakaman.
Sebelumnya, ratusan siswa rombongan dari SMPN 7 Mojokerto juga telah dipulangkan lebih awal dari kegiatan outing class Selasa (28/1). Setelah turun dari 5 bus, satu per satu siswa dilakukan absensi dan berkumpul di halaman sekolah di Jalan Karyawan, Kelurahan Sentanan.
Mas Pj wali kota, sapaan karib Muh. Ali Kuncoro, lantas mengajak mereka bermunajat bersama untuk mendoakan empat siswa yang menjadi korban meninggal dunia. Termasuk siswa lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. ”Saya minta adik-adik berdoa bersama untuk siswa terbaik SMPN 7 Mojokerto yang dapat musibah hingga tidak bisa pulang bersama. Termasuk untuk dua rekan adik-adik yang kini masih ada di ICU,” pintanya.
Sementara itu, kemarin (29/1) pagi, Mas Pj bersama jajarannya bertolak ke RSUP Sardjito dari Pemkot Mojokerto untuk melihat kondisi dua korban selamat yang masih dirawat. Sebelumnya, total terdapat 257 siswa kelas VII dan VIII yang ikut dalam rombongan outing class ke DIY. Setiba di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, sebanyak 13 siswa bermain di pantai dan terseret gelombang laut. Sebanyak sembilan siswa berhasil selamat. Sedangkan empat siswa lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (ris)
Editor : Hendra Junaedi