Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ayah Korban Terseret Ombak Pantai Drini Yogyakarta: Dia Pamitnya, Saya Mau Pulang

Rizal Amrulloh • Rabu, 29 Januari 2025 | 14:55 WIB

BERDUKA: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat bertakziah ke rumah duka MYA, siswa SMPN 7 Mojokerto yang menjadi korban kecelakaan air di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
BERDUKA: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat bertakziah ke rumah duka MYA, siswa SMPN 7 Mojokerto yang menjadi korban kecelakaan air di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
 

Keluarga Minta Pj Wali Kota Hapus Outing Class

 KOTA - Orang tua siswa SMPN 7 Mojokerto yang menjadi salah satu korban meninggal dunia meminta Pemkot Mojokerto untuk menghapus kegiatan outing class. Permintaan itu disampaikan Istiqomah, ibu mendiang Malvien Yusuf AD, siswa kelas VII C kepada Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat bertakziah ke rumah duka di Jalan Al-Azhar, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, kemarin (28/1).

 Istiqomah menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian putra kedua dari tiga bersaudara itu. Selain itu, dia juga mengutarakan keinginannya agar kegiatan outing class ditiadakan, dengan harapan kejadian serupa tak terulang lagi. ”Mohon maaf Pak Pj, kalau bisa dihapus saja study tour-study tour seperti itu. Kalau kejadian seperti ini, yang paling kehilangan adalah orang tua," ungkapnya sambil tak kuasa membendung air mata.

 Ayah Malvien, korban korban kecelakaan laut saat outing class, Yosep Tri Andreas, mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Hanya saja, saat hendak berangkat bersama rombongan, Malvien justru berpamitan pulang. ”Dia pamitnya, saya mau pulang,” ucap Yosep menirukan.

 Dirinya semula juga tidak mengizinkan buah hatinya untuk ikut outing class dengan tujuan ke DIY. Namun, sang paman merestui dengan memberikan uang saku kepada keponakannya. ”Sempat saya larang, cuma kakak saya yang membiayainya,” imbuh Yosep.

 Sebelumnya, Istiqomah sempat berupaya mencari kepastian kabar tentang kondisi anaknya dengan mendatangi SMPN 7 Mojokerto di Jalan Karyawan, Kelurahan Sentanan. Itu menyusul diterimanya kabar bahwa terjadi insiden kecelakaan air di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemarin (28/1) pagi.

 Namun, kepastian kabar baru diperoleh saat dia mendatangi posko di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto. Istiqomah langsung menangis histeris setelah menerima kenyataan pahit bahwa anaknya menjadi salah satu korban tewas akibat terseret ombak di Panti Drini. 

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyatakan telah mengevaluasi kegiatan outing class. Menurutnya, kemarin pemkot langsung menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah di kantor Dikbud Kota Mojokerto untuk menindaklanjuti program kegiatan luar kelas tersebut. ”Kita akan batasi dan arahkan outing class yang sifatnya edukasi seperti ke museum dan ke tempat-tempat perpustakaan," paparnya saat ditemui usai bertakziah ke rumah duka Malvien. 

Sedangkan kegiatan outing class yang ke daerah wisata dipastikan akan dilarang. Kebijakan itu bakal dituangkan dalam surat edaran (SE) yang segera diterbitkan oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto. "Outing class ke daerah-daerah wisata, khususnya pantai dan pegunungan tentu akan sangat kita batasi dan tidak kita izinkan,” imbuh Ali Kuncoro.

 Saat ini, pihaknya mengaku belum bisa menyampaikan keterangan lebih rinci karena masih fokus terhadap penanganan. "Sementara yang terpenting kita melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga korban. Sekaligus kita lakukan langkah-langkah preventif untuk ke depan," tandasnya. Sementara itu, dari informasi yang diterima Jawa Pos Radar Mojokerto sejumlah sekolah telah melakukan pembatalan kegiatan outing class yang telah dijadwalkan ke depan. Pesan itu disampaikan pihak sekolah kepada para wali murid. (ram/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pantai drini #Pantai Drini Gunungkidul #Pantai Drini Jogja #smpn 7 kota mojokerto #korban tenggelam