Dianggap Kerap Picu Laka Lantas
KABUPATEN - Keberadaan median jalan di Jalan Raya Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, atau di depan SPN Polda Jatim Kembali disoroti publik. Pasalnya, pemisah jalur tersebut disebut kerap memicu kecelakaan.
Beragam usulan mengemuka, termasuk mengganti bangunan beton yang sudah berdiri lebih dari setahun itu dengan water barrier. Itu diungkapkan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto. Sebab, pembatas jalan berbahan plastik yang diisi air ini dinilai lebih aman ketimbang beton cor. ’’Kalau kami sarankan lebih baik dipasangi water barrier. Karena lebih aman dan bisa mengurangi laju jika tertabrak kendaraan,’’ ujar Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono.
Dia menyebut, evaluasi atas keberadaan sarpras jalan tersebut sebelumnya telah dilakukan. Hanya saja hingga kini masih belum menemui titik terang. ’’Karena sebenarnya faktor kecelakaan itu bukan hanya karena manusianya saja. Tapi juga faktor lingkungan, kendaraan dan jalan,’’ ungkapnya.
Kendati begitu, lanjut Rachmat, pihaknya mesti berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk melakukan evaluasi ulang sebelum merealisasikan usulan tersebut. ’’Untuk usulan ini perlu kita koordinasikan dengan Satlantas Mojokerto dan BBPJN selaki pemangku kewenangan,’’ tandas Rachmat.
Keberadaan median jalan di SPN Polda Jatim ini disebut kerap memicu kecelakaan. Teranyar, truk gandeng nopol AG 8390 AK muatan 50 ton bahan pakan ternak terguling di Jalan Raya Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Selasa (21/1) pagi.
Angkutan barang yang disopiri Frendy Agung Saktiawan, 36, asal Kabupaten Kediri ini celaka usai menghantam separator jalan nasional ini. Saat perjalanan menuju Mojosari dari Kediri. Pada 2024, beberapa kejadian serupa juga terjadi. Truk tronton nopol AG 9044 RL yang disopiri Muhammad Mian, 50, warga Kecamatan Bangil, Pasuruan, terguling pada 24 April dini hari. Setelah truk muatan 18 ton teh pucuk ini menghantam separator dari akibat menghindari mobil yang menyalipnya dari kiri.
Pada 10 Januari 2024, truk nopol H 8626 QV muatan keramik yang disopiri Hilmi Ariadi, 33, asal Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami pecah ban mendadak saat melintas di depan SPN. Truk yang oleng menghantam median jalan ukuran jumbo tersebut hingga terguling. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi