Sosialisasi ini diisi Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Timur. Yakni, materi tentang meteorologi dan dapur Umum oleh Chusnul Ashadi. Sedang, materi terkait gempa bumi oleh Sigit Ari Ekianto, S.Kom.
Acara ditutup dengan simulasi bencana, pelatihan satgas mengevakuasi, dan pelatihan penanganan Gawat Darurat (PPGD).
Sekretaris Pemuda Katolik Kota Mojokerto Antonius Harianto mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan agar umat paroki mendapat pengetahuan terkait penanganan kebencanaan dan simulasi penyelamatan.
Kedepan, kegiatan serupa bakal diadakan dengan cakupan tema yang terkait potensi kebencanaan di Mojokerto.
Wakil Ketua Bidang Sosial dan Kebencanaan Pemuda Katolik Kota Mojokerto Dendik Kristiyono menyampaikan, kegiatan simulasi ini respons kaum muda Katolik terhadap siatuasi Mojokerto. Yang mana, selalu menjadi langganan bencana banjir setiap tahun.
Sekaligus, meningkatkan skill dan kompetensi tentang kebencanaan serta menambah mentalitas dan kesiapsiagaan terhadap situasi. ’’Ini juga agar menggerakkan seluruh pemuda gereja membentuk Paroki Tangguh,’’ terangnya. (nik/fen)
Editor : Hendra Junaedi