KABUPATEN - Memasuki puncak musim hujan, potensi banjir luapan sungai membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto. Sumbatan sampah di tiga aliran sungai dikeruk pemda untuk menanggulangi terjadinya bencana.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menerangkan, tiga sungai yang tersumbat sampah yakni Kali Putih, di Dusun Bancang, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan serta Sungai Banjaragung dan Sungai Tangunan di Kecamatan Puri. ’’Untuk hari ini kita selesaikan yang di Kali Putih dahulu,’’ ujarnya, kemarin.
Dia menjelaskan, tumpukan sampah yang menyangkut di kaki jembatan Dusun Bancang membuat aliran sungai tersumbat. Sehingga, memicu puluhan rumah di Dusun Bancang tergenang banjir pada Minggu (19/1) petang. Meski begitu, DPUPR tidak melakukan normalisasi lantaran sedimentasi sungai bukan jadi faktor utama banjir.
’’Sampahnya mayoritas ranting pohon yang terbawa dari wilayah Wonosalam (Jombang). Sedimentasi sungai juga kita angkat sebagian di dekat jembatan. Tapi tidak kita lakukan normalisasi (menyeluruh) karena penyebab banjir bukan karena sedimentasi,’’ beber Rois.
Sementara penanggulangan potensi bencana banjir luapan di Sungai Banjaragung dan Tangunan baru akan dilakukan hari ini. Seperti di Desa Pakis, sampah menyumbat kaki jembatan Dusun Tangunan yang rawan membuat saluran irigasi dari Bendungan Padipomahan tersebut rawan meluber.
’’Memang ini saluran irigasi. Cuman karena debitnya besar dan biasanya bawa sampah dari permukiman dan sawah, itu jadi penyumbatan yang perlu dibersihkan. Jadi kita tangani dulu titik-titik yang berpotensi menyebabkan (banjir) luapan ini,’’ ungkapnya.
Sedangkan di Sungai Banjaragung, lanjut Rois, penanggulangan banjir akan dilakukan dengan cara berbeda ketimbang di dua sungai sebelumnya. Pengerukan dan pengangkutan sumbatan sampah bakal dilakukan secara manual dengan mengerahkan sejumlah petugas ke lokasi. ’’Untuk di Sungai Banjaragung nanti kita tidak bisa pakai alat berat karena nggak bisa masuk ke lokasi, banyak kabel,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi