Untuk Akomodir Tingginya Penumpang di Koridor 1
MOJOKERTO - Jumlah armada bus Trans Jatim koridor 3 rute Terminal Kertajaya Mojokerto-Terminal Bunder Gresik pulang pergi (PP) kini berkurang. Per 1 Januari lalu, sebanyak tujuh armada dialihkan ke rute Sidoarjo-Surabaya-Gresik untuk menunjang operasional Trans Jatim koridor 1.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengungkapkan, di tahun kedua beroperasi, kini hanya terdapat 15 armada Trans Jatim koridor 3 yang aktif mengangkut penumpang.
Dengan rincian, 14 unit bus utama dan satu bus cadangan. Dari sebelumnya terdapat 20 bus dengan dua armada cadangan. ”Jadi, per 1 Januari 2025, ada 6 armada dan satu bus cadangan yang dialihkan ke koridor 1. Tiga unit dari Mojokerto dan tiga unit dari Gresik,” ujarnya kemarin (18/1).
Pengurangan jumlah armada bus kapasitas 20 seat (kursi) ini, lanjut Yazid, merupakan hasil evaluasi Dishub Jatim bersama stakeholder di akhir tahun 2024 lalu. Salah satunya untuk mengakomodir tingginya jumlah penumpang Trans Jatim koridor 1 saat hari kerja. ”Sedangkan untuk koridor 3, di hari kerja jumlah penumpangnya tidak banyak. Cuma weekend saja yang jumlah penumpangnya tinggi,” ungkapnya.
Praktis, pengurangan jumlah armada ini berdampak terhadap makin panjangnya waktu tunggu pada Trans Jatim koridor 3. Kurun pukul 09.00-15.00 waktu tunggu di kisaran 30 menit dari yang sebelumnya 20 menit. ”Untuk pagi dan sore, jam berangkat dan pulang kerja, waktu tunggunya tidak berubah. Yakni, 15 menit,” tambah Yazid.
Namun, pihaknya memastikan, kebijakan anyar tersebut tidak berdampak terhadap jam operasional angkutan umum terintegrasi tersebut. Yakni, mulai pukul 05.00 hingga 20.00. Pengurangan armada tersebut diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan.
”Apakah nanti ada penambahan armada lagi atau seperti apa, menunggu evaluasi di tengah tahun. Sejauh ini jumlah (okupansi) penumpang koridor 3 masih normal di kisaran 70 persen dari kapasitas maksimal (bus),” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi