Dilengkapi Fitur Face Recognition, Tersebar di Kabupaten
KABUPATEN – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto terus menyempurnakan area traffic control system (ATCS). Selain fitur pengukur volume lalu lintas kendaraan (traffic counter), DPRKP2 tengah melengkapi fitur penganalisis wajah (face recognition) untuk 10 titik jaringan ATCS.
Sejauh ini, jaringan ATCS Pasopati milik Pemkab Mojokerto tersebar di 10 titik dengan 37 kamera smart CCTV. Mulai dari Simpang Empat Sooko; Simpang Pekukuhan; Simpang Ubalan; Simpang Duyung, Trawas; Taman Ganjaran, Trawas; Bundaran Pacet, hingga Simpang Empat Kupang Jetis, dan Simpang Empat Pasar Kemlagi.
”Saat ini total ada dua jaringan ATCS di wilayah utara Sungai Brantas dan delapan titik di selatan sungai,” ujar Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, kemarin. DPRKP2 kini tengah melengkapi agar seluruh jaringan ATCS memiliki fitur penganalisis wajah. Bukan tanpa sebab, teknologi keamanan untuk autentifikasi dan identifikasi wajah ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi sistem pengendalian lalu lintas ini.
Seperti pelacakan pelaku kriminalitas hingga mendukung teknologi sistem tilang elektronik. ”Tahun ini kita ajukan supaya semua (10) titik ATCS punya fitur face recognition,” terangnya. Fungsi fitur face recognition tersebut, lanjut Rachmat, dapat dioptimalkan dengan menambah komponen yang dibutuhkan kepolisian. Termasuk menyinkronkan data server. Sehingga memungkinkan untuk perluasan fungsi selain pengaturan lalu lintas.
”Kalau sistem dan fitur-fitur milik kita sudah lengkap dan nanti dari kepolisian menambahkan komponennya yang diperlukan, tentu bisa (untuk tilang elektronik). Ini sudah kita koordinasikan dengan kepolisian sejak beberapa waktu lalu,” ungkap Rachmat.
Dengan demikian, penambahan fitur di seluruh jaringan sistem ATCS ini menjadi fokus DPRKP2 di tahun 2025 ini. ”Sebenarnya ada tiga titik ATCS yang sudah dilengkapi fitur face recognition ini, di Simpang Trawas, Pacet, dan Sooko. Tetapi, tahun ini, kita terus melengkapi agar semua titik punya fungsi yang sama,” tukasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi