Pemuda GKJW Mojokerto
KELURAHAN Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Program pengabdian masyarakat bertajuk ’’Budidaya Sayuran dengan Metode Hodroponik sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Kosong sekaligus Menambah Pendapatan Mitra (Pemuda Greja Kristen Jawi Wetan)’’ berlangsung dari Juni hingga November 2024.
Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Alfinda Novi Kristanti, DEA, dari Departemen Kimia Universitas Airlangga, bekerja sama dengan Prof. Dr. Yosephine Sri Wulan Manuhara, M.Si, dari Departemen Biologi Universitas Airlangga sebagai narasumber pelatihan hidroponik. Ini bermula permasalahan yang dihadapi pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap atau yang pendapatannya tidak tetap. Di sisi lain, gereja memiliki lahan kosong yang bisa dimanfaatkan secara produktif. Juga, meningkatkan keterampilan menanam sayuran dengan cara hidroponik dan menambah penghasilan pemuda.
Tim pengusul membangun sistem hidroponik di lahan kosong milik Rumah Sakit Reksa Waluya. Sayuran yang ditanam seperti sawi hijau, pakcoy, bayam, dan kangkung. Hasilnya pun signifikan. Peserta berhasil memanen pokcoy, meskipun sempat menghadapi tantangan kualitas air yang kurang baik dan kendala listrik. Kualitas panen meningkat setelah menggunakan air isi ulang untuk mengatasi hambatan teknis. Produk hidroponik yang dihasilkan juga telah dikemas dengan menarik dan langsung dibeli dan dimasukkan ke dapur Rumah Sakit Reksa Waluya.
Dampak ekonomi dari program ini mulai dirasakan oleh para peserta. Meski skala produksi belum besar, penghasilan tambahan dari penjualan sayuran memberikan dorongan semangat bagi para pemuda untuk terus mengembangkan usaha ini. Evaluasi program dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh peserta. Hasilnya menunjukkan sebagian besar peserta merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan, baik dari segi materi, metode penyampaian, maupun fasilitas yang disediakan. Program ini juga memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk mempertimbangkan budidaya hidroponik sebagai salah satu solusi produktif memanfaatkan lahan kosong.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat. Program hidroponik di GKJW Mojokerto tidak hanya memberikan solusi atas pemanfaatan lahan kosong, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi pemuda setempat, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah perkotaan. (nik/fen)