Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jembatan Pagerluyung Jajaki Dibuka untuk Roda Dua

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 10 Januari 2025 | 14:50 WIB

AKSES VITAL: Kondisi Jembatan Pagerluyung di Desa/Kecamatan Gedeg yang masih ditutup setelah sampahnya dibersihkan.
AKSES VITAL: Kondisi Jembatan Pagerluyung di Desa/Kecamatan Gedeg yang masih ditutup setelah sampahnya dibersihkan.
 

 GEDEG - Pengguna roda dua bakal diperbolehkan melintas lagi di Jembatan Pagerluyung meski perbaikan pilar belum berlangsung. Sebab, konstruksi jembatan di Sungai Brantas itu dinilai masih mampu menahan beban sepeda motor.

Pembukaan jembatan secara terbatas rencananya akan dilakukan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep setelah mendapat kajian teknis dari konsultan. Hasil penilaian tim ahli nantinya menjadi dasar yang menyatakan jembatan di Desa/Kecamatan Gedeg itu dapat dilewati kendaraan roda dua.

’’Kami ingin membuka untuk roda dua, tetapi kami butuh rekomendasi dari ahlinya langsung meskipun secara penilaian sebenarnya jembatan ini aman kalau dilewati roda dua,’’ ungkap Humas PG Gempolkrep Taufan Pamungkas, kemarin.

Bangunan Jembatan Pagerluyung setidaknya ditopang 12 penyangga. Sebulan lalu, dua pilar yang berada di bagian tengah mengalami patah pada sisi barat akibat terdorong material sampah sungai. Sejak itu, jembatan ditutup secara total untuk mengantisipasi bahaya.

Menurut Taufan, meskipun ada dua pilar yang rusak, jembatan masih mampu menahan beban roda dua. Lantas kapan pembukaan akan dilakukan? Taufan belum dapat memastikan. ’’Kami masih berkomunikasi dengan pihak konsultan,’’ ujarnya.

Kajian teknis soal keamanan jembatan ini merupakan hasil diskusi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jatim yang ditemui PG Gempolkrep pada Rabu (8/1) lalu. Selain soal pembukaan secara terbatas, PG sebagai pengelola Jembatan Pagerluyung juga meminta saran mengenai mekanisme perbaikan konstruksi.

Hasilnya, perbaikan pilar disarankan menggunakan vendor yang pernah bekerja sama dengan pemprov. ’’Sudah ada survei lokasi dan saran konstruksi, biayanya nanti akan kami hitung dulu apakah sesuai,’’ tutur Taufan.

Pihaknya menargetkan jembatan kembali dibuka secara total untuk umum pada April nanti. Hal ini seiring dengan datangnya musim giling yang bergulir mulai awal Mei, sehingga truk pengangkut tebu bisa melintas tanpa hambatan. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#jembatan #gedeg mojokerto #pagerluyung