Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BPBD Bakal Ajukan Penetapan Status Tanggap Darurat

Martda Vadetya • Minggu, 5 Januari 2025 | 14:15 WIB
POTENSI BENCANA: Warga dibantu petugas mengevakuasi kendaraan saat banjir melanda Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu.
POTENSI BENCANA: Warga dibantu petugas mengevakuasi kendaraan saat banjir melanda Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu.

Dibayangi Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Puncak Musim Hujan

KABUPATEN – Memasuki puncak musim hujan, BPBD Kabupaten Mojokerto ancang-ancang mengajukan peningkatan status darurat bencana hidrometeorologi. Nantinya, peningkatan status kebencanaan dari siaga ke darurat diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana. Seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2025 ini.

”Saat ini, kita menunggu imbauan dari BMKG terkait potensi cuaca ekstremnya. Kalau sudah ada, kita akan ajukan (penetapan status tanggap darurat bencana) ke bupati lagi,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, kemarin (4/1).

Dia menerangkan, kini daerah dengan 18 kecamatan berstatus siaga darurat bencana. Setelah masa tanggap darurat berakhir pada 31 Desember lalu. ”Kita ajukan sekali perpanjangan penetapan status tanggap darurat selama sepekan yang berakhir 31 Desember 2024,” terangnya.

Hal itu merupakan perpanjangan status tanggap darurat bencana hodrometeorologi yang berlangsung selama 14 hari. Terhitung sejak tanggal 10 hingga 24 Desember 2024 saat wilayah Kecamatan Sooko dilanda banjir luapan aliran Sipon Watudakon.

Peningkatan status tanggap darurat tersebut, lanjut Yo’ie, agar penanganan bencana lebih cepat dan tepat. Termasuk memungkinkan pemda memakai anggaran belanja tak terduga (BTT). ”Untuk saat ini masih belum (ajukan peningkatan status). Karena Pemprov Jawa Timur kemarin habis modifikasi cuaca untuk antisipasi dampak cuaca ekstrem,” jelas Yo’ie.

Baru-baru ini, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Sidoarjo memprakirakan hingga sepekan ke depan wilayah Mojokerto Raya berpotensi diterpa cuaca ekstrem. Seiring meningkatnya intensitas hujan lebat dan angin kencang. Warga diimbau waspada akan dampak cuaca ekstrem berupa bencana hidrometeorologi. Seperti pohon tumbang, banjir, hingga longsor. Selain karena adanya faktor fenomea atmosfer, wilayah Mojokerto telah memasuki masa puncak musim hujan. Yakni, kurun Januari hingga Februari mendatang. (vad/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#banjir #musim hujan #bencana alam #tanggap darurat #bpbd