MOJOKERTO RAYA – Warga Mojokerto Raya diimbau meningkatkan kewaspadaan akan imbas potensi terjadinya cuaca ekstrem hingga beberapa waktu kedepan. Pasalnya, wilayah bumi Majapahit saat ini mulai memasuki masa puncak musim hujan.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Sidoarjo memprakirakan, hingga sepekan kedepan wilayah Mojokerto Raya berpotensi diguyur hujan lebat dan angin kencang. ’’Seminggu kedepan Mojokerto masih ada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sesaat,’’ ujar Prakirawan BMKG Juanda Ary Pulung Baskoro, kemarin.
Dia menjelaskan, wilayah Mojokerto memasuki masa puncak musim hujan pada periode awal Januari hingga Februari mendatang. Ditambah, beberapa hari kedepan terjadi fenomena atmosfer di langit Mojokerto. ’’Wilayah Mojokerto mulai memasuki masa puncak musim hujan. Dan saat ini juga terpantau terjadi fenomena atmosfer gelombang Low Frequency dan Monsun Asia,’’ ungkapnya.
Hal tersebut memicu terjadinya peningkatan awan konvektif atau awan penghujan yang bersifat lokal dan signifikan. Yang membuat wilayah Mojokerto Mojokerto Raya berpotensi diguyur hujan lebat sewaktu-waktu. Tak sampai di situ, bencana hidrometeorologi tak lepas dari tingginya potensi cuaca ekstrem tersebut.
Mulai dari banjir, angin kencang, pohon tumbang hingga banjir bandang dan longsor. Terlebih, wilayah Mojokerto memiliki wilayah langganan banjir hingga longsor. Salah satunya kawasan Pacet dan Trawas yang kerap terjadi longsor. ’’Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya dampak bencana hidrometeorologi tersebut. Wilayah dengan topografi pegunungan dan perbukitan diharap lebih waspada akan dampak seperti berkurangnya jarak pandang, banjir bandang hingga longsor,’’ tandas Ary. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi