The 2nd Anniversary Berubah Nama Menjadi Keramat Heritage
Pasar Keramat, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet sudah familier di telinga masyarakat lokal bahkan luar kota. Namun, pengujung tahun ini ada sesuatu yang berbeda yang disuguhkan pengelola pasar ini. Apakah itu?
DODIK RUDIANTO, Pacet
MINGGU Kliwon dan Minggu Wage merupakan salah satu waktu yang baik bagi tempat ini. Lantaran, tempat ini selalu di datangi orang dari berbagai kalangan baik lokal hingga luar kota.
’’Memang benar, Pasar Keramat yang sudah dikenal dengan wisata budaya dan kuliner tradisional serta pemanfaatan kebun bambu ini hanya buka 2 kali dalam sebulan,’’ kata Budi Harjo, pamong pasar atau hamengku pasar.
Budi mengatakan, sejak dibuka 2 tahun silam. Perkembangan Pasar Keramat, Warugunung Kecamatan Pacet ini terus mengalami peningkatan yang baik dan positif. ’’Terbentuknya Pasar Keramat ini tanggal 22 Desember 2022. Yakni bertepatan Hari Ibu,’’ tandasnya.
Awalnya, lanjut Budi, dirinya hanya menawarkan konsep wisata budaya bernuansa masa lampau. Namun, seiring berjalannya waktu menggagas dengan konsep yang lebih baik lagi. Yakni, kawasan wisata konservasi bambu. Dengan konsep tersebut, maka akan tercipta ekosistem wisata edukasi dan lingkungan. ’’Sejak awal tahun kemarin 500 bibit bambu berbagai jenis telah ditanam dan dikembangbiakkan di lingkungan desa dan rumah-rumah warga. Tujuannya agar kelestarian alam desa tetap terjaga. Sebab, tanaman bambu membawa banyak manfaat,’’ terangnya.
Budi menambahkan untuk merealisasikannya itu tidak mudah. Pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak. Seperti, masyarakat Desa Warugunung, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Multi Bintang Indonesia dan semua pihak terkait. ’’Dalam ulang tahun Pasar Keramat yang Ke-2 ini, kami persembahkan untuk seluruh perempuan di bumi. Karena tidak ada hal keramat di bumi ini kecuali doa Ibu. Selamat hari ibu selamat ulang tahun Pasar Keramat. Pada momen ini. Sekaligus launching nama wisata Pasar Keramat menjadi Keramat Haritage,’’ tegasnya.
Pada waktu yang sama, Sahlan Junaedy, Field Officer Jatim Yayasan Bambu Lingkungan Lestari mengamini apa yang disampaikan hamengku pasar. Pada hari ulang tahunnya yang ke-2 bertemakan Gayatri Dharmaning Nagari ini, setiap sudut Pasar Keramat, akan menghadirkan semangat dan kehangatan yang selalu ibu bawa dalam kehidupan kita. ’’Bambu itu menyifati perempuan. Jadi gerakan Pasar Keramat itu ditujukan untuk perempuan-perempuan di bumi. Di mana, perempuan itu dituangkan dalam sebuah tradisi yang namanya ritual,’’ kata Sahlan.
Untuk mendukung dan melestarikan rumpun bambu ini harus ada tradisi atau budaya yang setiap tahun harus dilakukan. Sahlan melanjutkan, selama ini banyak perubahan yang terjadi. Yang pertama yakni sanitasi. Yang dulu tempat ini sebagai tempat pembuangan limbah sekarang sudah mulai berkurang dan yang kedua yakni masalah kasus demam berdarah. Setelah adanya Pasar Keramat juga sudah mulai berkurang serta yang ketiga yakni rumpun bambu yang secara tidak langsung dipanen secara lestari.
Di mana pun juga bambu ini harus dipanen. Untuk melestarikannya, bambu itu dipanen dengan tebang pilih. Untuk rumus rumpun sehat yakni, 36 lonjor 6 keluarga. 1 keluarga itu ada 6 lonjor. Yang dipanen itu umur 4 tahun ke atas. Sehingga, setiap tahun bambu wajib dipanen. ’’Jadi, secara eksensinya itu, mengapa bambu-bambu purba ini harus dijaga. Caranya ya seperti itu. Dengan adanya ruang publik dan dengan adanya sebuah pasar tradisional, warga memanfaatkan ruang-ruang ini. Dan rumpun bambu ini bisa menyimpan air sebanyak 3000 hingga 5000 per sekali hujan,’’ ungkapnya.
Senada dengan itu, Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Ruly Noriza, S.Ip.,M.Ip mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-2 Wisata Budaya dan Kuliner Tradisional Pasar Keramat yang sekarang berubah menjadi Keramat Heritage.
Tempat ini pada awalnya merupakan tempat pembuangan sampah namun di tangan warga dan sejumlah pihak yang terkait di antaranya Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Multi Bintang Indonesia verhasil disulap menjadi area destinasi wisata yang viral di antara tempat-tempat wisata lain di Kabupaten Mojokerto.
Meskipun, terbentuknya pasar keramat banyak persoalan muncul silih berganti namun dengan semangat kebersamaan dan musyawarah maka terbentuklah konsep tersebut yang memadukan unsur budaya dan kuliner tradisional. Pelestarian bambu Pasar Keramat telah berhasil mempromosikan nilai-nilai budaya dan menggerakkan perputaran ekonomi di desa. Hal ini selaras dengan program-program pemerintah untuk penguatan perekonomian pedesaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ’’Dengan adanya Pasar Keramat warga bisa menjual berbagai kerajinan, bidang jasa dan sebagainya sehingga memperoleh pendapatan untuk meningkatkan taraf hidup,’’ jelasnya.
Ruly menambahkan budaya dan kearifan lokal harus terus dipelihara dan digalakkan agar bambu di tengah Pasar Keramat bisa menjadi penyokong pasar Kramat agar rmenjadi ramai dikunjungi orang. ’’Kami berpesan kepada pengelola untuk terus berinovasi mencari terobosan-terobosan baru sehingga tidak kalah bersaing dengan pengelola wisata yang ada di tempat lain,’’ pungkasnya. (fen)
Editor : Hendra Junaedi