Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jembatan Pagerluyung Dibuka Paling Lambat April

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 19 Desember 2024 | 15:35 WIB
DIPORTAL: Kondisi Jembatan Pagerluyung, Desa/Kecamatan Gedeg, yang ditutup karena rusak, kemarin.
DIPORTAL: Kondisi Jembatan Pagerluyung, Desa/Kecamatan Gedeg, yang ditutup karena rusak, kemarin.

GEDEG - Jembatan Pagerluyung di Sungai Brantas, Desa/Kecamatan Gedeg, yang rusak karena pilarnya patah masih ditutup. Pabrik Gula (PG) Gempolkrep menarget perbaikan jembatan tuntas paling lambat April tahun depan. Sehingga, akses tersebut diestimasi sudah bisa dilewati saat musim giling tebu dimulai.
Hingga kemarin (18/12), akses jembatan masih terpasang portal sejak ditutup Senin (9/12) pekan lalu. Praktis semua jenis kendaraan tak dapat melintas di jembatan peninggalan kolonial Belanda itu. ’’Saat ini masih proses pembersihan sampah, kami datangkan alat berat,’’ jelas Humas PG Gempolkrep Taufan Pamungkas, kemarin.
Menurutnya, penanganan difokuskan pada pembersihan sampah sungai. Saat ini material banjir yang menyebabkan pilar patah masih menumpuk di bawah jembatan. Alat berat bakal diturunkan untuk mengeruk sampah yang menumpuk itu.
Taufan menyebut, pembersihan dengan excavator akan dimulai hari ini (19/12). Langkah tersebut diambil lantaran ketebalan sampah tak memungkinkan lagi diurai secara manual dengan tenaga manusia. ’’Setelah bersih akan kami identifikasi titik-titik mana yang memang perlu dibenahi,’’ ujarnya.
Setidaknya terdapat dua pilar di bagian tengah sisi barat yang patah karena dorongan sampah. Rekonstruksi bakal dilakukan terhadap penyangga jembatan yang rusak. Taufan memastikan perbaikan dilakukan secara mandiri oleh PG selaku pemilik aset jembatan. Di samping itu, pihaknya tetap berkoodinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.
Dia menyatakan perbaikan jembatan dilakukan sesegera mungkin setelah sampah benar-benar bersih. Dirinya menarget proses perbaikan tuntas sebelum masa giling tebu yang akan berlangsung pada Mei tahun depan. Dengan demikian, selambat-lambatnya, jembatan sudah dibuka kembali pada April. ’’Batas waktunya April itu sudah bisa dilewati, kalau bisa sebelumnya, karena estimasi kita giling mulai awal Mei,’’ tandas Taufan.
Seperti sebelumnya, nantinya jembatan yang diprioritaskan sebagai akses truk pengakut tebu itu tetap dibuka untuk umum. Warga dari selatan dan utara Sungai Brantas tetap diperbolehkan melintas. ’’Tetap untuk umum nanti,’’ sebutnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#jembatan #gedeg mojokerto #PG Gempolkrep #pagerluyung