Tumpukan Sampah Jadi Biang Masalah
KABUPATEN - Pangkal masalah banjir yang merendam tiga desa di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto selama sepekan terakhir ini mulai terurai. Sumbatan dari sampah yang menumpuk di bak kontrol dam sipon utara di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg ditengarai jadi pemicu utama sungai meluap.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin (13/12), bak kontrol dengan tiga pintu air itu mulai dibersihkan. Hamparan sampah rumah tangga bertumpuk dengan eceng gondok yang menutup aliran sungai dikeruk menggunakan alat berat.
Menurut Yanti, warga setempat, pembersihan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. ”Sekarang di dalam pintu air dan bak kontrol masih penuh sampah,” ujarnya. Bangunan milik Dinas PU SDA Jatim yang berada di area bawah pintu keluar Tol Mojokerto Barat itu disebut tak pernah dibersihkan selama bertahun-tahun. Bak kontrol sedianya dilewati aliran sungai yang berasal dari dam sipon Watudakon di selatan Sungai Brantas. Air kemudian keluar dari tiga pintu dan mengalir ke Sungai Marmoyo.
Berbagai material sampah, seperti batang pohon, barang-barang rumah tangga, dan tanaman yang menggunung telah menyumbat aliran. Ditambah tumpukan eceng gondok di sejumlah titik sepanjang aliran afvoer Jombok, kondisi ini menjadi biang banjir di Desa Tempuran, Desa Ngingasrembyong, dan Mojoranu. ”Yang pasti sumbatan sampah ini ikut memicu banjir,” kata Kades Tempuran Slamet di lokasi.
Proses pembersihan sampah di pintu air secara manual oleh berbagai kelompok relawan dilakukan secara bertahap. Alat berat tak bisa menjangkau karena sempitnya ruang. Sementara itu, pengangkatan sampah yang menumpuk di bangunan bak kontrol masih menunggu pihak PU SDA dan Perum Jasa Tirta selaku pengelola.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, kondisi di bak kontrol dam sipon utara menjadi atensi. Hari ini (14/12), rencananya Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono bakal turun mengecek lokasi tersebut. ”Akan meninjau posko di (Desa) Tempuran, dan kami ajak ke bak kontrol pengeluaran dam sipon itu,” tandasnya.
Mengenai kondisi banjir di tiga desa, Yo’ie menyebutkan, tren ketinggian air mulai mengalami penurunan antara 20 sampai 30 sentimeter hingga kemarin siang. Proses pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran sungai juga terus dilakukan. ”Masih dibersihkan walaupun belum maksimal, karena terdapat konstruksi jembatan yang menghambat,” paparnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi