Sasar Arjuno-Welirang hingga Bukit Cendoro
KABUPATEN - Menginjak masa pancaroba, potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Mojokerto diprakirakan meningkat. Ini berimbas ditutupnya sejumlah jalur wisata pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo mengumumkan penutupan sementara aktivitas pendakian di sejumlah jalur yang tersebar di kawasan hutan lindung tersebut. Penutupan dilakukan dua tahap. Sejumlah jalur mulai ditutup hari ini. ’’Untuk pendakian Gunung Arjuno-Welirang jalur Lawang, Sumber Brantas, Tretes, dan Tambaksari ditutup sementara per 1 November,’’ ujar Kepala UPT Tahura R Soerjo Ahmad Wahyudi, Kamis (31/10).
Pertengahan November nanti, lanjutnya, beberapa jalur wisata pendakian turut ditutup sementara. Salah satunya, jalur pendakian Bukit Cendoro di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. ’’Khusus pendakian di Bukit Lincing dan Cendoro penutupan mulai tanggal 11 November,’’ terangnya.
Wahyudi menjelaskan, tingginya potensi cuaca ekstrem menjadi pertimbangan utama penutupan jalur pendakian ini. Juga, untuk pemulihan ekosistem kawasan hutan lindung serta keselamatan dan kenyamanan bagi para pendaki. ’’Untuk Bukit Cendono pendakian pendek (tektok), sedangkan Arjuno-Welirang pendakian panjang. Ini yang membedakan dimulainya penutupan jalur,’’ beber Wahyudi.
Belum bisa dipastikan kapan sejumlah jalur pendakian kembali dibuka untuk umum. Wahyudi memastikan, pihaknya bakal segera kembali membuka aktivitas pendakian di kawasan hutan lindung saat cuaca membaik. ’’Penutupan jalur pendakian ini sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,’’ tandasnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, kurun 31 Oktober hingga 6 November wilayah Mojokerto berpotensi diterpa cuaca ekstrem. Kawasan pegunungan berpeluang diguyur hujan lebat hingga terjadi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor hingga angin kencang dan sambaran petir. Ini disebabkan adanya pertemuan massa udara dan gangguan gelombang atmosfer Rossby yang mendukung terbentuknya daerah pumpunan awan hujan. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi