KABUPATEN - Musim kemarau yang berkepanjangan berpengaruh pada masa tanam petani di Kabupaten Mojokerto. Tahun ini, mereka hanya dua kali menanam padi tanpa palawija. Masa tanam pun terancam kembali molor sampai akhir tahun lantaran hujan belum juga turun.
Kemarau berkepanjangan ditandai dengan mengeringnya waduk atau embung penampung air di sejumlah kecamatan. Salah satunya di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Petani mengais air dari waduh untuk menyirami tanamannya.
Menurut Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Fathur Rohman, sebagian besar waduk di wilayah utara Sungai Brantas memang mengering. Hanya ada beberapa desa yang masih terisi air. ’’Dipakai untuk menyiram bedengan cabai di bantaran embung-embung itu,’’ ujar warga Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong, itu.
Fathur mengatakan, selain menyiapkan lahan untuk masa tanam saat hujan turun nanti, beberapa petani padi di Mojokerto juga masih melakukan panen. Masa panen yang mayoritas berlangsung bulan lalu maju sekitar setengah bulan dari biasanya karena tanaman kekurangan air. ’’Hampir merata di Mojokerto kekurangan air, tetapi produksinya masih normal. Bulir padinya berkurang, tetapi tidak sampai lima persen,’’ bebernya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mojoanyar Shinta Nirmalasari menyatakan, petani memasang pompa air untuk memenuhi kebutuhan air selama kemarau. Panen padi yang berlangsung saat ini pun mundur dari musim sebelumnya. ’’Biasanya Agustus sudah tanam palawija, sekarang Oktober baru panen padi,’’ tuturnya.
Menurut Shinta, mundurnya masa tanam sejak akhir tahun lalu berpengaruh pada masa panen. Tahun ini, petani di wilayahnya hanya bisa dua kali tanam padi. Padahal musim sebelumnya mereka bisa tiga kali tanam termasuk palawija (kedelai, jagung, dan sejenisnya). ’’Biasanya tiga kali, yakni padi, padi, terus palawija. Karena musim taman pertamanya mundur, jadi semua ikut mundur, sehingga tidak memungkinkan kalau taman palawija,’’ jelasnya.
Kondisi demikian masih akan berlangsung akhir tahun ini. Masa tanam padi bakal molor karena pada September yang biasanya sudah turun hujan, saat ini masih kemarau. ’’Kalau hujannya turun November, ya kemungkinan Desember baru mulai tanam lagi,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi