KABUPATEN - PT Energi Agro Nusantara (Enero) angkat bicara atas polemik dugaan pencemaran lingkungan yang belakangan diresahkan masyarakat.
Meski diakui menimbulkan bau, pabrik yang berdiri di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg itu membantah adanya praktik pembuangan limbah cair ke aliran sungai. Sebab, selama ini limbah diolah menjadi pupuk hayati.
Sekretaris PT Enero I Dewa Gede Indra Kusuma Suntaka mengatakan, jika Enero merupakan produsen ethanol fuel grade ethanol berbahan baku tetes tebu. Perusahaan ini berfokus mendukung program pemerintah terkait mandatori bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan. ’’Setelah vakum lama, kita baru beroperasi lagi Juni lalu,’’ ungkapnya.
’’Kami selalu berkoordinasi intens dengan pihak-pihak terkait utamanya lingkungan sekitar perusahaan, DLH dan Polres Mojokerto Kota,’’ jelas Indra.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto memberikan atensi atas dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi belakangan ini. DLH juga memastikan bakal melakukan penelusuran sumber limbah pekan ini.
DLH kabupaten akan turun bersama DLH Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pengecekan ke aliran sungai yang menghitam di sepanjang Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg hingga Banjarsari, Kecamatan Jetis. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi