KUTOREJO - Ratusan kelompok buruh meluruk PT Prada Karya Perkasa, di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Rabu (28/8) siang. Mereka menuntut haknya yang tak kunjung dipenuhi setelah mengalami PHK massal pada tahun lalu.
Massa aksi mulai memadati pintu gerbang pabrik sekitar pukul 12.00. Selain membawa sejumlah atribut, mereka menutup akses utama pabrik plastik dengan membawa satu mobil komando.
’’Aksi ini ada keterkaitannya dengan PHK massal sekitar 253 buruh oleh pihak pabrik pada tahun lalu,’’ sebut Moh Ismail, perwakilan massa aksi.
Dijelaskannya, ada sejumlah tuntutan yang disampaikan para mantan buruh pada perusahaan tempat kerjanya dahulu tersebut. Terutama, pemenuhan hak yang sejauh ini masih belum diterima pasca pemecatan sepihak oleh PT Prada Karya Perkasa dan PT TOP selaku pihak outsourcing.
’’Pertama, soal kekurangan upah yang diterima teman-teman selama bekerja di sana. Karena yang diterima di bawah UMR. Kedua, terkait hak PHK sepihak itu. Apalagi teman-teman ada yang sudah kerja sejak 2009,’’ bebernya.
Persoalan ini, lanjut Ismail, berlarut-larut lantaran belum adanya solusi konkret antara kedua pihak sejak lebih dari delapan bulan lalu. Padahal, upaya mediasi lanjutan telah diupayakan oleh pihak buruh.
’’Terakhir, sekitar dua bulan lalu, ada empat kali pertemuan di Disnaker Kabupaten Mojokerto. PT Prada Karya Perkasa tidak pernah hadir sedangkan PT TOP hanya dua kali hadir dan bersurat,’’ urai Ismail.
Aksi lanjutan yang digelar sekitar 100 mantan buruh PT Prada Karya Perkasa ini bermuara pada mediasi. Ismail menyebut, pihak pabrik melalui kuasa hukumnya mengisyaratkan akan memenuhi hak kelompok buruh. ’’Hasil mediasi, salah satunya pihak pabrik meminta data dan bukti kawan-kawan yang di-PHK ini mulai kerja dari kapan untuk kekurangan upah itu. Jadi sepertinya sudah ada upaya serius dari perusahaan,’’ sebutnya.
Data yang dimaksud, terangnya, akan diserahkan pihak buruh pada pertemuan selanjutnya dengan pihak pabrik. ’’Jadi sementara ini kita kumpulkan data dari kawan-kawan dahulu, baru nanti kami jadwalkan lagi pertemuan dengan pihak pabrik,’’ tandas Ismail.
Sementara itu Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Hariyanto menuturkan, kepolisian mengawal aksi demo hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 14.00. Unjuk rasa kelompok buruh berlangsung dengan kondusif. Terlebih, telah dilakukan mediasi antara pihak buruh dengan perusahaan.
’’Demo berlangsung aman dan damai dari awal sampai membubarkan aksi sekitar pukul 14.00. Kita kawal dengan personel gabungan dari polres,’’ terangnya, terpisah.
Aksi demo serupa pernah digelar Oktober 2023 lalu. Penyebabnya PHK massal oleh PT Prada Karya Perkasa bagi sekitar 253 buruh pada dua bulan sebelum demo dilakukan. Mereka dipecat sepihak karena alasan yang tidak jelas, yakni memilih libur pada tanggal 17Agustus.
Baca Juga: 8 Lokasi di Banyuwangi Berpotensi Terdampak Gempa Megathrust, BPBD Telah Pasang Alat Deteksi Tsunami
Mereka menuntut agar hak para buruh dipenuhi, termasuk kembali dipekerjakan. Tetapi, hingga lebih dari delapan bulan belum ada solusi konkret antara pihak buruh dan perusahaan yang mendorong digulirkannya aksi lanjutan pada Rabu (28/8). (vad/fen)
Editor : Imron Arlado