Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bau Menyengat dan Sungai Berwarna Hitam Pekat Diduga Disebabkan dari Pabrik Ethanol di Mojokerto

Khudori Aliandu • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 13:40 WIB
MENGGANGGU: Aliran sungai di sepanjang Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg hingga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis berwarna hitam pekat. Warga menduga sungai tercemar dari limbah pembuangan PT Enero.
MENGGANGGU: Aliran sungai di sepanjang Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg hingga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis berwarna hitam pekat. Warga menduga sungai tercemar dari limbah pembuangan PT Enero.

KABUPATEN - Warga di beberapa desa di wilayah Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto belakangan diresahkan dengan bau limbah yang menyengat. Warga menduga bau tersebut diduga bersumber dari pembuangan limbah pasca beroperasinya PT Enero.

Rini, warga Desa Bajarsari, Kecamatan Jetis menceritakan, belakangan warga memang merasa tidak nyaman dengan bau yang terbawa arus sungai dan berwarna hitam pekat.

Bahkan, kondisi tersebut belakangan sudah menjadi rasan-rasan warga selama beberapa pekan. ’’Sungai depan rumah, baunya menyengat banget,’’ ungkapnya.

Semula, warga mengira bau tersebut bersumber dari kotoran sapi. Namun, warga akhirnya mengetahui jika bau tersebut terbawa arus sungai yang tercemar limbah.

’’Kirain kotoran sapi. Ternyata bau sungai. Ya sangat mengganggu. Di rumah jadi tidak nyaman. Meski pintu rumah ditutup tetap saja bau. Parahnya, pada pagi dan malam hari,’’ keluh Rini.

 

Kendati warga menduga sumber bau limbah tersebut dari PT Etanol, tapi Rini mengaku tidak mengetahui pasti. Selain sebatas mengetahui warna air sungai yang tercemar tampak hitam pekat.

’’Tidak tahu pastinya dari mana. Tapi, beberapa warga bilang katanya baunya dari pabrik di wilayah Gedeg,’’ tegasnya.

Terpisah, Humas PT Energi Agro Nusantara (Enero) Hasfi Prasetyo tak membantah bau yang muncul di sepanjang sungai yang melintasi dua kecamatan tersebut akibat dari pengelolaan limbah PT Enero. Hal ini seiring dengan kembali beroperasinya pabrik milik BUMN tersebut. ’’Sebenarnya tidak beda jauh dari kemarin-kemarin. Sebelumnya tidak ada laporan, kan karena berhenti, ini sakarang baru jalan (beroperasi). Jadi, setiap jalan, yang pasti ada efek sampingnya,’’ ungkapnya.

Belakangan pihaknya juga banyak mendapati laporan akibat dampak limbah dari pabrik yang berada di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg tersebut. ’’Saya kurang tahu kalau memang ada yang lebih pekat atau gimana, saya rasa tidak,’’ paparnya. Karenanya, jika warga mengeluhkan warna dan bau dampak dari limbah, apakah bersumber dari PT Enero atau bukan, pihaknya bakal melakukan pengecekan.

’’(Aliran sungai) itu perlu kami klarifikasi dulu, karena kami tidak ada laporan itu. Kemarin yang masuk laporan kita hanya bau saja,’’ jelasnya. Sungai yang diduga tercemar tersebut diketahui melintasi Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg hingga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zaqqi menegaskan, laporan terkait adanya dugaan pencemaran di sepanjang aliran sungai sudah ditindaklanjuti. ’’Kayaknya limbah domestik. Tapi, untuk menyimpulkannya perlu dilakukan uji laboratorium,’’ ungkapnya.

Zaqqi menyatakan, DLH segera menerjunkan tim untuk pengambilan sampel air guna memastikan kandungannya. ’’Saya kurang paham di mana hulu dan hilirnya. Yang pasti, untuk ambil sampel, dilakukan oleh personel yang berkompeten,’’ tandasnya. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#sungai tercemar #bau limbah #gedeg mojokerto #limbah #mojokerto #jetis mojokerto #Enero