KOTA - Menghadapi puncak musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto melakukan pembahasan dan pengurukan di area tempat pembuangan akhir (TPA) Randegan.
Upaya itu dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di gunungan sampah seperti tahun lalu.
Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid menuturkan, antisipasi kebakaran TPA dilakukan sejak dini.
Salah satunya yang dilakukan berkala adalah dengan melakukan penyiraman pada tumpukan sampah menggunakan kendaraan tangki air.
”Kami rutin mengadakan penyemprotan air untuk pembasahan di TPA,” ungkapnya kemarin.
Langkah tersebut guna meminimalisir kemunculan titik api akibat cuaca terik seperti yang terjadi September 2023 lalu.
Amin menyebut penyemprotan dilakukan selama kemarau. Selain itu, upaya preventif juga dengan menerapkan sistem sanitary landfill atau penutupan sampah dengan media tanah.
Menurut Amin, langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan di TPA.
”Kami juga melaksanakan pengurukan sirtu pada tumpukan sampah, dengan tujuan untuk penutupan lahan tersebut," paparnya.
Dia menjelaskan, upaya pengurukan dilakukan dilakukan mulai kemarin dan akan dilanjutkan hari ini.
Metode tersebut, lanjut dia, merupakan upaya pengelolaan sampah jangka menengah yang dampaknya akan tampak dalam beberapa pekan ke depan.
”Sekitar tiga minggu lagi akan ada hasilnya penutupam lahan tumpukan sampah TPA Randegan," jelasnya.
Amin menambahkan, tumpukan sampah di TPA akan kembali dilakukan penyiraman atau pembasahan.
Kali ini, bertujuan untuk mengurangi gas metan yang berproses menjadi air lindi.
”Air lindi yang akan dialirkan ke kolam penampungan air lindi untuk bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Imron Arlado