Warga Madura yang ada di bumi Majapahit diharapkan turut berkontribusi menjunjung tinggi persatuan di daerah rantauan. Kamis (1/8) hal itu diutarakan Ketua Paguyuban Pedagang Sembako Madura Asli (Madas) Achmad Wafid dalam pertemuan rutin di GOR Kusno, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.
Pertemuan itu diikuti sekitar 230 anggota paguyuban, tak lain adalah pedagang sembako Madura di Mojokerto Raya. Wafid menuturkan, pertemuan ini tak hanya sebagai upaya menjalin komunikasi antaranggota.
Melainkan juga untuk membangun kekompakan sesama pedagang sembako di rantauan. ”Setiap bulan, biasanya per tanggal 1 selalu ada pertemuan rutin seperti ini. Harapannya, agar seluruh anggota menjunjung tinggi paguyuban ini tetap lanjut dan berjalan, sesuai filsafah paguyuban yaitu, bersatu kuat dan sukses,” katanya.
Untuk lokasi pertemuan, biasanya selalu berpindah-pindah. Menyesuaikan dengan domisili anggota yang tersebar di Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Wafid menambahkan, total pedagang sembako Madura di Mojokerto ada sekitar 500 orang. Namun, belum semua tergabung dalam paguyuban.
”Harapannya, dengan membentuk paguyuban, anggotanya bisa lebih tertata. Jadi, tidak ada yang namanya gap (jarak). Serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, khususnya bagi warga Madura yang bergerak di bidang jualan sembako,” tuturnya.
Acara tersebut juga dihadiri Pembina Paguyuban Pedagang Sembako Madas Supriyadi Karima Saiful.
Dalam sambutannya, ia mengaku bangga dengan adanya paguyuban tersebut. Sebab, keberadaan mereka telah memberi warna dan kemajuan ekonomi di Mojokerto.
”Mudah-mudahan saya bisa terus mendampingi paguyuban ini hingga menjadi suatu wadah yang bermanfaat dan menjadi perekat sesama pedagang sembako Madura di Mojokerto Raya,” terangnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi