KOTA - Gulma yang menumpuk di permukaan Sungai Sadar, Kota Mojokerto mulai dibersihkan, kemarin (16/7). Secara bertahap, berbagai jenis tanaman liar itu dievakuasi karena berpotensi menyumbat aliran air.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, pembersihan tanaman liar di sepanjang Sungai Sadar dilakukan sebagai upaya menghadapi anomali cuaca.
’’Cuaca sekarang kan anomali, minggu ini juga ada potensi hujan. Jadi, barangkali sewaktu-waktu hujan biar tidak sampai terjadi banjir,’’ terangnya.
Karena itu, kemarin DLH dan DPUPR Perakim menerjunkan sebanyak 30 personel untuk melakukan pembersihan di aliran Sungai Sadar. Namun, karena banyaknya tanaman liar yang menutup permukaan air membuat pembersihan dilakukan secara bertahap. ’’Diperkirakan empat hari baru bisa selesai,’’ ulasnya.
Pada tahap awal, pembersihan gulma menyasar aliran Sungai Sadar di sisi barat Jembatan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan yang berlangsung hingga hari ini.
Amin menyebut, kegiatan serupa juga dilanjutkan besok sampai Jumat (19/7) yang difokuskan di sepanjang aliran Sungai Sadar di sisi timur Jembatan Tropodo. ’’Kami mulai yang dekat perumahan dulu biar tidak terjadi banjir saat hujan,’’ ulas dia.
Dalam sehari, imbuh Amin, petugas telah mengevakuasi sebanyak dua pikap kangkung, eceng gondok, dan jenis tanaman air lainnya dari Sungai Sadar. Pembersihan juga dilakukan pada rumput liar yang berada di bantaran sungai.
’’Perkiraan ada sepuluh pikap lagi yang akan kami angkat biar air kembali mengalir lancar,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi