KOTA – Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri memberikan instruksi langsung ke masyarakat agar ikut menjaga situasi keamanan di wilayah masing-masing.
Termasuk menjaga anak dari aksi kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak kriminalitas seperti tawuran maupun peredaran miras atau narkoba.
Kapolres juga meminta warga Kota Onde-Onde agar treus peduli lingkungan sekitar dari hal-hal di luar kebiasan.
Instruksi tersebut disampaikan Daniel saat menggelar Jumat Curhat bersama warga di Kantor Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Jumat (5/7).
Dalam sambutannya, kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk ikut mengawasi pergaulan anak, khususnya pelajar tingkat SMP maupun SMA.
Karena, sejumlah gangguan keamanan seperti gangster, mabuk-mabukan, hingga konvoi dan balapan liar yang mulai melibatkan kalangan pelajar atau remaja di bawah umur.
’’Kenakalan remaja saat ini sudah menjadi atensi khusus bagi kami, selain membahayakan diri sendiri, kenakalan remaja juga bisa berdampak pada kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di sekitar,’’ ujar Daniel.
Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu pada tingginya tindak kriminalitas, khususnya peredaran narkoba yang menjadi musuh utama kepolisian.
Untuk itu, dirinya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan peduli dengan sekitar.
Jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan, kata dia, masyarakat diminta langsung berkoordinasi dengan pihak berwajib.
’’Terkait peredaran miras hingga narkoba, agar segera melaporkan mulai dari tokoh masyarakat hingga nanti bisa sampai ke kami (kepolisian, Red) agar segera ditindaklanjuti,’’ imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah warga juga turut menyampaikan aspirasi mengenai kondisi lingkungannya. Mereka juga turut mengeluhkan maraknya suara bising yang berasal dari knalpot brong.
Tak jarang, mereka juga menjumpai sejumlah pemuda yang kerap ugal-ugalan saat mengendarai motor di jalan. Sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Untuk itu, warga juga meminta agar Polres Mojokerto Kota bisa memasang garis kejut dan speed trap sebagai upaya untuk meminimalisir gangguan di jalan.
’’Banyak pemuda yang ugal-ugalan di Jalan Lingkungan Keboan, kalau bisa dipasang rambu untuk mengurangi pengendara motor yang gemar ngebut,’’ pungkas Anam, warga lingkungan Keboan. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi