KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Hujan deras yang terjadi pekan lalu berimbas pada penyumbatan sampah di Dam Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Selain rawan banjir saat ada hujan deras, tumpukan sampah pepohonan itu membuat pintu air juga rawan jebol.
Ketua BPD Desa Sadar Tengah, Ahmad Rudi Yanto, mengatakan, belakangan warga dibuat waswas atas penyumbatan pintu air di Dam sungai Sadar akibat tumpukan sampah.
Apalagi potensi hujan deras belakangan juga masih ada seiring musim kemarau. ’’Sepanjang masih ada potensi hujan di wilayah hulu (Pacet), kami warga yang di bawah masih belum tenang akibat sumbatan sampah di Dam sungai Sadar ini,’’ ungkapnya.
Menurutnya, hujan deras yang terjadi di hulu secara tiba-tiba tentu bakal berpengaruh pada potensi meluapnya air sungai yang berakibat banjir ke permukiman warga.
Utamanya lingkungan RT 1 RW 1 Dusun Mojogeng, Desa Sadartengah. ’’Dampaknya warga di dusun ini sudah langganan banjir menjadi sangat trauma,’’ tuturnya.
Sebenarnya dengan dibangunkannya Dam baru oleh Pemkab Mojokerto, sudah membuat warga semringah. Selain lebih kokoh, pintu Dam juga kian lebar sehingga memperlancar aliran sungai. Penanganan permanen atas ambrolnya tanggul sungai oleh pemerintah juga direspons positif warga sekitar.
Namun sayang, kata Rudi, tiap ada hujan deras di wilayah hulu, selalu ada kiriman sampah. Seperti yang terjadi Jumat (14/6), hujan deras tersebut menyisahkan tumpukan sampah pepohonan di pintu Dam.
’’Selain rawan membuat sungai meluap, sumbatan sampah ini kalau dibiarkan menumpuk rawan membuat pintu Dam jebol jika ada kiriman air deras susulan dari hulu,’’ tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Rois Arif Budiman, mengaku sudah monitor atas sumbatan sampah di pintu Dam sungai sadar, Desa Sadartengah.
Dalam waktu dekat, penanganan segera dilakukan. ’’Kita sudah memonitor. Saat ini alat berat kita masih normalisasi di beberapa wilayah yang urgent. Itu sementara sambil menunggu alat berat nanti bertahap manual oleh teman-teman dan kerja sama dengan masyarakat,’’ ungkapnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi