Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pendaki Gunung Penanggungan Ini Dievakuasi Tim SAR. Ini Kronologi dan Penyebabnya

Martda Vadetya • Selasa, 4 Juni 2024 | 15:16 WIB
DIEVAKUASI: Seorang pendaki Gunung Penanggungan dievakuasi petugas dengan ditandu untuk mendapat pertolongan lebih lanjut, Minggu (2/6) pagi.
DIEVAKUASI: Seorang pendaki Gunung Penanggungan dievakuasi petugas dengan ditandu untuk mendapat pertolongan lebih lanjut, Minggu (2/6) pagi.

TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga orang pendaki Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas dievakuasi tim SAR gabungan, Minggu (2/6). Itu setelah mereka kelelahan dan cedera saat menuruni puncak Pawitra, sebutan lain gunung dengan ketinggian 1653 mdpl tersebut.

 Relawan Galena Rescue Fatkur menerangkan, ketiga pendaki asal Kota Surabaya tersebut berhasil dievakuasi ke Pos 1 Tamiajeng sekitar pukul 04.00, Minggu (2/6).

Setelah langkah mereka menuruni gunung terhenti ketika menuju pos 2 dari puncak Bayangan. ”Sampai di pos 1 sekitar subuh, kondisi pendaki sadar semua dan selamat,” ujarnya, kemarin (3/6).

 Dia menjelaskan, petugas langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi ketiganya setelah para survivor melapor ke Pos 1 Tamiajeng, pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 23.00.

Jika sedang mengalami kondisi darurat dan butuh pertolongan petugas untuk turun dari gunung. ”Kita siapkan ambulans di sekitar pos 2 dan tim SAR mendaki ke lokasi. Mereka sama-sama dari Surabaya tapi beda rombongan,” terang Fatkur.

 Di lokasi, tim SAR melakukan pertolongan pertama pada ketiga pendaki. Terlebih, salah seorang pendaki asal Keluarahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya mengalami patah bahu kiri akibat terjatuh saat menuruni puncak Pawitra.

”Jatuh karena waktu turun dia lepas sepatu dan kepeleset. Waktu kita evakuasi pakai tandu, kondisinya sadar,” bebernya.

 Sedangkan kondisi dua pendaki lainnya, lanjut Fatkur, relatif lebih baik. ”Yang laki-laki kakinya keseleo saja. Kalau yang perempuan dia kelelahan waktu turun sampai digendong sama teman-teman.” tambah Fatkur.

Keduanya mendapat penanganan medis oleh tim SAR gabungan di Pos 1 Tamiajeng. Setelah kondisi kesehatan membaik, keduanya kembali pulang ke Kota Pahlawan.

 Sementara pendaki yang mengalami patah tulang bahu kiri, dilarikan ke salah satu pengobatan sangkal putung di wilayah Dlanggu.

Sebab, kata Fatkur, lengan kiri survivor tidak bisa diangkat. Ketiga survivor mengalami peristiwa nahas itu usai mendaki dan bermalam dengan nge-camp sehari sebelumnya.

”Kita langsung bawa berobat ke sangkal putung dan survivor ini bersedia. Setelah lengannya sudah normal, bisa diangkat lagi, sudah bisa pulang ke Surabaya,” tandasnya. (vad/ris)

Editor : Imron Arlado
#gunung penanggungan mojokerto #pendaki gunung #Cidera #puncak pawitra