Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Marak DBD, Polisi Lakukan Fogging di Tempat Ibadah dan Sekolah

Farisma Romawan • Senin, 20 Mei 2024 | 14:30 WIB
SIGAP: Bhabinkamtibmas Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto membantu pengasapan guna memberantas sarang nyamuk dan penyakit Demam berdarah Dengue (DBD), Sabtu (18/5).
SIGAP: Bhabinkamtibmas Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto membantu pengasapan guna memberantas sarang nyamuk dan penyakit Demam berdarah Dengue (DBD), Sabtu (18/5).

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Guna memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Polres Mojokerto Kota turut menerjunkan personelnya dalam membantu pengasapan sebagai upaya pemberantasan.

Khususnya di lingkungan tempat ibadah hingga sekolah yang disinyalir sebagai lokasi rawan terjangkit virus dengue.

Upaya ini sekaligus sebagai langkah efektif dalam mengajak masyarakat agar benar-benar menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Dalam fogging yang digelar di Desa Perning, Kecamatan Jetis, Sabtu (18/5) pagi, tampak anggota Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa bahu membahu melakukan penyemprotan insektisida ke permukiman warga.

Termasuk di masjid dan musala hingga sekolah mulai TK, MI, hingga SD yang disinyalir menjadi sebagai sarang nyamuk Aedes aegypti yang tak lain pembawa atau perantara persebaran virus Dengue.

Kapolsek Jetis, Kompol Nanang Sujianto menjelaskan, fogging dengan bahan insektisida ini bertujuan untuk membunuh nyamuk, khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

’’Penyemprotan dilakukan di rumah rumah warga dan lokasi lain yang diperkirakan menjadi tempat bersarangnya maupun berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,’’ tandasnya.

Meski demikian, Kompol Nanang menyebut jika langkah tersebut hanya bersifat sementara.

Pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing jika ingin terhindar dari penyakit menular tersebut.

Terutama sejumlah barang tidak terpakai seperti bak air kamar mandi, minuman burung dan barang bekas agar dikuras dan dibersihkan, sehingga tidak sampai menjadi sarang penyakit.

Baca Juga: Inilah Instansi Pemerintahan Pusat hingga Daerah yang Buka Rekrutmen CPNS 2024

’’Kita sarankan untuk tidak menimbun barang bekas, sampah plastik maupun kaleng yang dapat menampung air hujan yang dapat menjadi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti,’’ lanjutnya.

Pihaknya juga meminta seluruh jajaran Bhabinkamtibmas selalu sigap dalam memantau masyarakat desa binaannya.

Jika terdapat masyarakat yang terkendala dan membutuhkan bantuan, Bhabinkamtibmas diminta selalu siap siaga.

’’Guna mencegah cepatnya perkembangbiakan nyamuk, selain penyemprotan yang rutin dilakukan, masyarakat agar selalu Menguras, Menutup dan Mengubur barang barang yang tidak terpakai ,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Demam Berdarah (DBD) #Fogging berantas DBD #tempat ibadah #sekolah