TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Libur panjang selama empat hari dimanfaatkan Dishub Jatim untuk mengecek tingkat keselamatan (Ramp Check) armada bus.
Kemarin, tiga bus pariwisata tak layak beroperasi berhasil dijaring petugas UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Mojokerto Dishub Jatim di wisata religi Troloyo Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan di tengah tingginya volume kendaraan selama libur panjang.
Dalam inspeksi itu, petugas memeriksa bus dan minibus secara random (acak) di tempat parkir wisata Troloyo. Dari 7 angkutan penumpang yang disasar, 3 di antaranya ditemukan tak laik beroperasi.
Terdiri dari dua armada tidak lolos uji KIR, dan satu bus tidak mengantongi izin trayek.
Atas temuan itu, petugas langsung memberikan peringatan keras kepada pemilik perusahaan otobus (PO).
Mereka berasal dari kawasan Nganjuk dan Ngawi yang tengah mengantar peziarah ke beberapa wisata religi Wali Songo di Jawa Timur, termasuk di Troloyo, Trowulan.
’’Kami temukan angkutan tidak ada izin trayeknya dan belum lulus uji KIR. Semuanya adalah bus pariwisata.
Meskipun sudah ada yang diurus uji KIR-nya, namun kalau belum lulus, tetap belum boleh beroperasi,’’ ujar Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Achmad Yazid.
Pengecekan ini ditegaskan Yazid untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya. Khususnya bagi angkutan penumpang yang dinilai rawan di tengah tingginya volume kendaraan selama libur dan cuti bersama mulai Kamis (9/5) hingga Minggu (12/5) nanti.
’’Kami mengedepankan langkah antisipatif terhadap keselamatan penumpang dan pengendara selama libur panjang,’’ tandasnya.
Tidak hanya di Troloyo, Dishub juga akan menggelar pengecekan di beberapa titik wisata yang dipadati pengendara.
Seperti di kawasan wisata Pacet dan Trawas yang biasa ramai dikunjungi wisatawan dari luar kota. Pengecekan berlangsung serentak di berbagai wilayah di Jawa Timur mulai Kamis (9/5) hingga Minggu (12/5) nanti. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi