Akibat Ambles dan Bergelombang
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto melakukan tambal sulam pada ruas Jalan Empunala. Pasalnya, proyek infrastruktur yang menyerap anggaran Rp 101 miliar dan selesai digarap akhir 2022 itu, mengalami ambles dan bergelombang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Muraji mengatakan, sentuhan pekerjaan fisik di Jalan Empunala dilakukan dalam rangka perbaikan. ”Ada beberapa titik yang mengalami kerusakan. Sehingga kita perbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan," paparnya, kemarin (3/5).
Menurut Muraji, perbaikan jalan dilakukan dengan tambal sulam. Yakni, dengan mengeruk lapisan permukaan jalan, kemudian diganti dengan aspal baru. Upaya tersebut dilakukan untuk kembali mempermulus ruas jalan protokol menuju jantung Kota Onde-Onde ini. ”Karena di Jalan Empunala saat ini kondisi aspalnya ada yang ambles dan mbleyot (bergelombang),” bebernya.
Dia menyebutkan, biaya perbaikan jalan dialokasikan dari pemeliharaan rutin bersumber dari APBD. Sebab, masa pemeliharaan dari PT PP Presisi Tbk selaku kontraktror pelaksana megaproyek Jalan Empunala telah habis pada tahun lalu. ”Karena masa pemeliharaan dari PP sudah habis. sehingga dianggaran dari PUPR sendiri melalui dana pemeliharaan rutin,” tuturnya.
Muraji menyatakan, amblesnya Jalan Empunala dipicu akibat dilalui kendaraan berukuran besar. Sedangkan ruas Jalan Empunala tegolong tipe kelas 3 yang hanya mampu menahan beban maksimal di bawah 8 ton. ”Sesekali kalau jalan bypass lagi ditutup, terpaksa ada tronton yang lewat situ (Jalan Empunala, Red). Termasuk, kendaraan-kendaraan besar lainnya yang melebihi kapasitas. Sehingga ada 3 sampai 4 titik yang ambles,” tandasnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi