Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Puluhan Juru Pelihara Resik-Resik Kolam Segaran Trowulan

Martda Vadetya • Senin, 29 April 2024 | 14:30 WIB
PEMBERSIHAN: Tim juru pelihara BPK Wilayah XI Jatim membersihkan Situs Kolam Segaran, Desa/Kecamatan Trowulan, yang ditumbuhi ganggang atau alga.
PEMBERSIHAN: Tim juru pelihara BPK Wilayah XI Jatim membersihkan Situs Kolam Segaran, Desa/Kecamatan Trowulan, yang ditumbuhi ganggang atau alga.

Dibersihkan Total usai Diserang Hama Alga

 TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim kembali membersihkan Situs Kolam Segaran. Cagar budaya tinggalan Kerajaan Majapahit dibersihkan setelah diselumuti tumbuhan jenis ganggang atau alga. Sebanyak 40 orang tim juru pelihara (jupel) dikerahkan untuk melakukan pembersihan total.

 Sejak pekan lalu, tim jupel Kolam Segaran kerja bakti membersihkan situs. Itu setelah dinding situs dari bata merah kembali ditumbuhi lumut. Bagian tengah kolam yang sebelumnya tampak bening, juga sudah tampak kotor lantaran diselimuti ganggang atau alga. Puluhan petugas pun diterjunkan untuk resik-resik kolam purbakala tersebut.

 ’’Beberapa kali kerja bakti (sebelumnya) kurang maksimal. Jadi kita maksimalkan dengan mengerahkan sekitar 40 orang,’’ terang Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Endah Budi Heryani. Pembersihan kanal purba seluas 375x175 meter persegi ini dilakukan secara manual.

 Petugas membersihkan lumut yang menempel di dinding kolam berbahan bata merah tersebut dengan tangan atau tanpa alat. Sebab, jika menggunakan sabit atau alat lainnya, dimungkinkan bagian struktur dinding turut tergerus rusak. Tim jupel harus nyemplung untuk menyingkirkan tanaman alga di tengah kolam dan diangkut keluar. ’’Bukan eceng gondok, jadi lebih susah membersihkannya. Ini sudah dibersihkan berkali-kali masih muncul terus. Munculnya dari dasar kolam,’’ bebernya. 

Menurut Endah, tanaman air tersebut terus tumbuh dua pekan sekali. Pembersihan harus dilakukan karena selain mengotori situs, pertumbuhan tanaman dimungkinkan merusak bagian kolam kuno peninggalan Wilwatikta tersebut. ’’Mungkin tumbuhnya ini makin cepat karena faktor cuaca (tingginya curah hujan) juga. Bagaimanapun juga kita akan lakukan pembersihan yang sifatnya rutin atau secara periodik ini,’’ tandas Kepala BPK Wilayah XI seraya menyebutkan bakal melakukan hal serupa pekan depan. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kolam segaran peninggalan majapahit #cagar budaya #bersih bersih