Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Separator Depan SPN Mojokerto Sering Jadi Pemicu Kecelakaan. Polisi-Dishub Bakal Lakukan Ini

Martda Vadetya • Jumat, 26 April 2024 | 16:15 WIB
DIEVALUASI: Keberadaan separator Jalan Raya Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, atau depan SPN Bangsal akan segera dievaluasi karena disebut kerap memicu kecelakaan.
DIEVALUASI: Keberadaan separator Jalan Raya Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, atau depan SPN Bangsal akan segera dievaluasi karena disebut kerap memicu kecelakaan.

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto - Keberadaan median jalan di depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Kecamatan Bangsal, bakal dievaluasi. Lantaran separator jalan ini disebut menjadi pemicu sering terjadinya kecelakaan di jalan nasional tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menerangkan, ada sejumlah aspek pemicu kecelakaan di Jalan Raya Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, tersebut. Mulai dari kondisi sopir itu sendiri, minimnya penerangan hingga keberadaan median jalan. ’’Akan kami tindak lanjuti dengan rapat koordinasi bersama Dishub ataupun PUPR. Keberadaan pembatas jalan saat ini kita harus kaji kembali,’’ ungkapnya.

AKBP Ihram melanjutkan, keberadaan sarpras jalan lainnya dinilai perlu dievaluasi ulang. Baik penerangan jalan maupun sejumlah rambu peringatan di sepanjang ruas jalan. ’’Apakah separator ini membutuhkan kelengkapan sarpras lainnya atau seperti apa. Karena evaluasi dari unit laka dan polsek, di sini jadi sering terjadi kecelakaan pada jam tertentu dan melibatkan kendaraan besar,’’ beber Ihram.

Dalam waktu dekat kepolisian bakal mengumpulkan para stakeholder hingga elemen masyarakat. Harapannya, evaluasi dari pihak terkait bisa menekan potensi kecelakaan di depan SPN Bangsal. ’’Supaya keberadaan pembatas jalan ini makin punya nilai fungsi. Jangan sebaliknya menjadi kontraproduktif,’’ tandas jebolan Akpol 2005 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menyambut baik inisiasi kepolisian tersebut meski terkait sarpras jalan nasional bukan wewenang pihaknya.

Soal median jalan ini, kata Rachmat, Dishub Kabupaten Mojokerto sudah melakukan kajian. Keberadaan pembatas jalan berukuran relatif jumbo ini dinilai kurang tepat. Pembongkaran bagian badan jalan ini bisa jadi alternatif solusi. ’’Mungkin bisa kita sarankan supaya diganti marka (membujur utuh) saja. Karena eksisting jalan saat ini jadi sempit dengan adanya median jalan seperti itu,’’ urai Rachmat.

Sebelumnya, kerap terjadi kecelakaan sejak median jalan nasional tersebut didirikan. Di antaranya, truk tronton nopol AG 9044 RL yang disopiri Muhammad Mian, 50, warga Kecamatan Bangil, Pasuruan, yang terguling, Rabu (24/4) dini hari. Truk muatan 18 ton teh pucuk ini celaka usai menghantam separator jalan. Akibat menghindari mobil yang menyalipnya dari kiri.

Hal serupa dialami truk nopol H 8626 QV muatan keramik yang disopiri Hilmi Ariadi, 33, asal Pekalongan, Jawa Tengah, pada 10 Januari lalu. Truk yang mengalami pecah ban mendadak oleng hingga akhirnya menghantam median dan terguling. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#marka jalan #SPN Bangsal #bangsal