Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pacet-Trawas Dibayangi Hujan Lebat, Waspada Banjir Luapan hingga Akhir April

Martda Vadetya • Selasa, 16 April 2024 | 21:20 WIB

WASPADA: Banjir luapan Afvour Modongan menggenangi jalan alternatif Mojokerto – Jombang, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu.
WASPADA: Banjir luapan Afvour Modongan menggenangi jalan alternatif Mojokerto – Jombang, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa mudik dan balik Lebaran kali ini bertepatan dengan masa peralihan musim atau pancaroba.

Meski begitu, beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto diprakirakan masih diguyur hujan lebat hingga pengujung April nanti.

Warga diimbau waspada lantaran banjir luapan masih membayangi daerah aliran sungai.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida Soesetyo Djati menjelaskan, data yang dihimpun dari BMKG Juanda menunjukkan peluang wilayah 18 Kecamatan diguyur hujan hingga akhir April nanti.

Di antaranya, curah hujan 151–200 mm kategori lebat di wilayah Dawarblandong, Dlanggu, Jetis, Kemlagi, Mojoanyar. Maupun curah hujan 301–400 mm kategori ekstrem di wilayah Pacet dan Trawas.

”Jadi walaupun sekarang ini masuk masa pancaroba, diprakirakan curah hujan di Mojokerto relatif masih tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Bumi Majapahit masih berpeluang diguyur hujan.

Kendati intensitasnya sudah tidak setinggi bulan Februari lantaran semakin mendekati musim kemarau.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang sedang mudik maupun berlibur di Pacet–Trawas untuk selalu waspada lantaran hujan lebat bisa terjadi sewaktu-waktu.

”Berhenti sejenak di tempat aman jika sedang dalam perjalanan. Jangan melintas atau berteduh di bawah pohon, reklame maupun di dekat tebing,” tutur Yoi.

Di samping itu, masyarakat di wilayah dengan aliran sungai mesti waspada akan banjir luapan.

Sebab, meningkatnya debit air akibat guyuran hujan lebat di wilayah hulu seperti Pacet–Trawas berpotensi membuat sungai meluap.

BPBD mencatat, kurun 1 Januari hingga 31 Maret lalu banjir luapan mendominasi bencana hidrometeorologi yang menerjang Bumi Majapahit.

Yakni dengan 36 peristiwa, di atas angin kencang dengan 26 kejadian dan tanah longsor yang dilaporkan terjadi 10 kali.

”Ketika debit sungai meningkat atau bahkan bertahap meluap, supaya masyarakat tidak menerjang lokasi tersebut,” sebutnya.

Guna meminimalisir dampak potensi banjir luapan, pihaknya telah melakukan serangkaian mitigasi bersama dinas terkait. Utamanya, pada sejumlah titik tanggul sungai yang rawan jebol.

”Mitigasi dan update kondisi tanggul sungai yang kritis rutin kami koordinasikan dengan DPUPR maupun BBWS Brantas. Supaya segera ada penanganan kedaruratan sebelum ditangani permanen,” tandas mantan kepala Bakesbangpol ini. (vad/ron)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#hujan lebat #banjir luapan #mojokerto #pacet trawas