RADARMOJOKERTO – Seorang bocah berusia tujuh tahun terkunci di dalam mobil Toyota Innova Reborn warna putih Nopol W 1044 QJ, di rest area kawasan Wisata Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/4).
Ketika itu, siswa SD kelas I asal Nganjuk ini tertidur pulas di mobil dalam kondisi terkunci selama kurang lebih hampir satu jam.
Keluarga, dibantu polisi, warga dan wisatawan, berusaha membangunkan Arsya dengan cara menggoyang dan menggedor kaca mobil berulang kali selama hampir 30 menit.
”Anaknya terkunci dari dalam,” ungkap Taufiq, salah satu wisatawan saat di lokasi.
Sebelumnya, mobil tersebut ditupangi satu keluarga hendak berlibur di beberapa objek wisata di Pacet, Mojokerto.
Mereka terdiri dari lima orang.
Meliputi, kedua orang tua, Arsya, kakak, dan adik.
Mobil yang dikemudikan Sugik, ayah Arsya, ini tiba di kawasan Sendi, Pacet, setelah menempuh perjalanan dari Nganjuk, melewati Cangar, Batu.
Baca Juga: Askab PSSI Mojokerto Ancang-Ancang Seleksi Pemain Futsal
Selain mampir mencari makan, keberadaan mereka sekaligus untuk mendinginkan mesin kendaraan.
Namun, begitu tiba di area parkir, Arsya memilih untuk tidak ikut turun dan makan bersama.
Bersama sang kakak, dia bertahan di mobil hingga tertidur pulas.
Melihat itu, sang kakak memutuskan turun lalu mengunci mobil.
Dengan harapan agar adiknya aman.
”Niatnya baik untuk mengamankan adiknya, tapi kakaknya tidak tahu, kunci mobil central lock, lalu terkunci dari dalam,” ungkap Sugik.
Ironisnya, dalam waktu bersamaan, kunci justru tertinggal di dalam mobil.
Sadar mengetahui putra keduanya berada dalam mobil, Sugik lantas mengecek.
Hasilnya, diketahui posisi putranya tertidur pulas di jok tengah.
Hanya saja, beberapa kali mobil digoyang dan digedor, Arsya tidak segera terbangun.
Dia tak kunjung merespons meski beberapa kali namanya dipanggil dari luar mobil.
Proses membangunkan Arsya baru berhasil setelah kurang lebih 30 menit kemudian.
Arsya pun terbangun dan membuka pintu mobil dari dalam.
”Awalnya pas makan dia tidak mau turun, memilih berada di mobil dengan kakaknya,” tambah Sugik.
Begitu pintu mobil terbuka, Sugik dan wisatawan lainnya tampak kegirangan.
Mereka terdengar mengucap syukur setelah Asrya terbangun, dan kondisi mobil tidak lagi terkunci.
Bahkan, Sugik spontan mengangkat tangannya ke atas sembari mengucap syukur. ”Alhamdulillah,” lontarnya.
”Anaknya aman, kondisinya baik-baik saja,” katanya dengan wajah tersenyum lega.
Sugik dan keluarga kemudian memutuskan melanjutkan perjalanan menuju beberapa objek wisata di kawasan Pacet, Mojokerto.
Editor : Moch. Chariris