Skema rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengurai kemacetan.
Karena mulai hari ini diprediksi terjadi peningkatan jumlah wisatawan hingga memasuki puncaknya pada Minggu (14/4) nanti.
Dari hasil pemantauan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, arus lalu lintas di kawasan wisata Pacet-Trawas masih terpantau lengang pada H+2 Lebaran, Jumat (12/4).
Tercatat, hingga sore kemarin terdapat 8.400 kendaraan roda 4 maupun roda 2 lalu lalang di area Bundaran Pacet.
Kondisi serupa juga terjadi di jalur wisata Trawas. Area Traffic Control System (ATCS) milik DPRKP2 mendata sebanyak 4.300 kendaraan melintas area di Taman Taman Ghanjaran, Trawas.
Kendati begitu, angka tersebut belum menunjukkan peningakatan jumlah kendaraan yang signifikan.
”Untuk jumlah kendaraan di kawasan wisata hari ini (kemarin, Red) relatif lengang dan sepi. Belum ada peningkatan dibanding hari biasa,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, Jumat (12/4).
Menurutnya, belum adanya peningkatan pengguna jalan di kawasan wisata ini disebabkan berbagai faktor. Di antaranya, faktor cuaca. Karena sejak siang hingga petang, wilayah Pacet-Trawas diguyur hujan.
”Saat H+2 lebaran ini masyarakat juga masih banyak yang anjangsana ke rumah keluarga. Jadi masih belum berlibur,” terangnya.
Pengguna jalan yang tercatat ATCS wara-wiri di kawasan wisata tersebut dimungkinan sebagai pemudik lokal.
Rachmat menuturkan, puncak libur lebaran, di mana kawasan wisata Pacet-Trawas menjadi jujukan wisatawan lokal dan luar daerah diprediksi jatuh pada Minggu (14/4) atau H+4 lebaran.
”Sesuai prediksi, puncak libur dan arus balik lebaran hampir bersamaan, di hari Minggu (14/4). Sedangkan balik lebaran antara Minggu (14/4) atau Senin (15/4) karena hari pertama masuk kerja Selasa (16/4),” ungkap Rachmat.
Guna mengantisipasi adanya hambatan dan kemacetan di jalur wisata pada puncak libur lebaran nanti, puluhan personel DPRKP2 disiagakan bersama TNI/Polri.
”Dari kami sendiri ada sekitar 50 personel termasuk petugas ATCS yang siaga 24 jam penuh. Untuk antisipasi puncak libur Lebaran nanti kita sudah siapkan skema manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) kalau terjadi penumpukan kendaraan ataupun macet,” tukas Kepala DPRKP2. (vad/ram)
Editor : Fendy Hermansyah