RADARMOJOKERTO – Pengelola Terminal Kertajaya Mojokerto tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi pemudik yang sempat telantar hingga beberapa jam.
Pengelola terminal baru sebatas menyampaikan imbauan agar pemudik menunggu kedatangan bus serta berkoordinasi dengan pengelola Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.
Dengan harapan dapat menyediakan armada bus tambahan.
”Sudah kita koordinasikan dengan Terminal Purabaya, setidaknya ada armada tambahan agar pemudik di Mojokerto bisa teratasi,” kata Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Achmad Yayid kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (11/4) siang.
Sebelumnya, puluhan hingga ratusan pemudik di Terminal Kertajaya Mojokerto telantar, Kamis (11/4).
Mereka keleleran hingga beberapa jam akibat bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang masuk kawasan terminal cukup terbatas.
Terlebih, banyak armada bus memilih melintasi jalur tol usai mengangkut penumpang dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.
Di samping itu, bu enggan melintasi jalur arteri penghubung Surabaya-Jogjakarta melintasi Mojokerto.
Akibatnya, tak sedikit pemudik sekaligus penumpang dengan berbagai tujuan harus menunggu di salter calon penumpang telantar.
Kendatipun ada beberapa bus yang masuk terminal, namun seat penumpang penuh.
Tak sedikit penumpang memilih berdiri dan berdesakan dalam bus.
Yazid menuturkan, setelah ditelusuri, terbatasnya bus masuk Terminal Kertajaya Mojokerto, disebabkan banyak bus AKAP maupun AKDP melintasi jalan tol.
Baca Juga: Ratusan Nakes Dinkes Kabupaten Mojokerto Disiagakan 24 Jam Nonstop
”Informasi yang kami terima memang begitu. Bus-bus AKDP dan AKAP memilih jalan tol untuk tujuan keberangkatan,” katanya.
Meski demikian, dirinya mengimbau pemudik di Terminal Kertajaya Mojokerto agar tidak khawatir terangkut.
Menyusul, masih banyak bus AKAP dan AKDP dijadwalkan melintas jalur arteri sesuai trayek.
Ini setelah bus AKAP dan AKDP perlahan banyak kembali masuk terminal dan mengangkut penumpang dengan berbagai tujuan.
Meliputi Kertosono, Nganjuk, Kediri, Tuluangung, Trenggalek, Ponorogo dan Madiun.
”Alhamdulillah tinggal sedikit pemudik yang menunggu kedatangan bus. Per lahan sudah teratasi, kalau awal-awal memang ada puluhan, sekarang mereka sudah bisa melanjutkan perjalanan,” pungkas Yazid.
Editor : Moch. Chariris