RADARMOJOKERTO – Puluhan hingga ratusan pemudik di Terminal Kertajaya Mojokerto telantar, Kamis (11/4).
Mereka keleleran hingga beberapa jam akibat bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang masuk kawasan terminal cukup terbatas.
Terlebih, banyak armada yang memilih melintasi jalur tol usai mengangkut penumpang dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.
Serta enggan melintasi jalur arteri penghubung Surabaya-Jogjakarta melintasi Mojokerto.
Akibatnya tak sedikit pemudik sekaligus penumpang dengan berbagai tujuan harus menunggu di salter calon penumpang telantar.
Kendatipun ada beberapa bus yang masuk itu pun seat penumpang penuh.
Bahkan tak sedikit yang memilih berdiri dan berdesakan dalam bus.
”Ini tadi sudah datang di terminal sejak pukul 10.30 tapi sampai jam 12.00-an lebih belum juga dapat bus,” ungkap Susi, pemudik asal Mantup, Kabupaten Lamongan.
Susi berencana mudik ke Kabupaten Ponorogo bersama anak dan suami.
Dia sengaja memilih mudik menggunakan armada angkutan umum dari Terminal Kertajaya Mojokerto daripada mengendarai motor.
Namun wanita 42 tahun yang datang dengan membawa koper dan barang bawaan itu tidak lantas terangkut hingga beberapa jam.
”Ya mau gimana lagi, saya memilih menunggu saja. Kalau nanti sampai jam 13.00 tidak dapat bus rencananya balik pulang saja,” paparnya.
Selain keleleran di salter terminal menujur arah Ponorogo, Kediri, Trenggalek, Nganjuk, dan Madiun, banyak penumpang memilih menunggu bus di sekitar depan pertokoan kuliner terminal.
Hal serupa diungkapkan Iswadi, pemudik asal Surabaya yang memilih menaiki bus AKAP atau AKDP dari Terminal Kertajaya Mojokerto.
Setelah sebelumnya dia bersama keluarganya menaiki bus Trans Jatim dari Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo turun di Mojokerto.
”Maunya tadi estafet, mudik ke Kertosono lewat terminal Mojokerto. Tapi nggak tahunya bus yang masuk malah sudah penuh semua,” katanya.
Dia tiba di terminal sekitar pukul 10.30.
Setibanya di terminal bersama puluhan penumpang yang lain justru telantar karena belum mendapat bus selama hampir 2 hingga 3 jam lebih.
”Mau naik bus sudah penuh. Cuma sekitar 30 menit ada bus yang masuk sini, ya itu tadi, bus sudah penuh dari Surabaya,” imbuh dia.
Pihaknya berencana memilih bertahan di terminal sembari menunggu mendapatkan bus agar bisa berlebaran bersama keluarga di Kertosono, Nganjuk.
Sementara itu, Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Achmad Yayid menyatakan pihaknya sudah mendengar banyak pemudik yang belum mendapatkan bus.
Rata-rata keberangkatan pemudik ini tujuan Kertosono, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo dan Madiun.
”Penumpang sudah kita imbau untuk lebih bersabar, karena memang banyak bus AKAP dan AKDP yang melintasi jalur tol ketimbang jalur arteri,” paparnya.
Agar tidak terlalu lama menunggu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Terminal Purabaya Bungurasih untuk bersedia menambah armada bus tambahan.
Seperti bus Damri maupun mengarahkan bus AKAP dan AKDP agar melintasi terminal Mojokerto.
”Sudah kami koordinasikan dengan pihak Terminal Purabaya, paling tidak ada bus tambahan agar penumpang bisa terangkut,” tandasnya.
Editor : Moch. Chariris