Menu andalan belalang goreng dengan sambal kemangi dan nasi jagung telah menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
Ikon khas itu kini terus dikembangkan pemerintah desa setempat dengan rencana mendirikan pujasera.
Adalah Fatmawati yang merintis usaha belalang goreng sejak 2015 silam.
Dari hanya berjualan di rumah, usaha ibu tiga anak itu kini berkembang menjadi warung makan di kawasan perempatan Desa Suru yang menjadi simpul kegiatan warga.
Di sana pula, terdapat deretan penjaja kuliner dengan aneka menu lain.
’’Kami memfasilitasi warga untuk berjualan makanan di sini,’’ kata Kepala Desa Suru Suyono.
Sebagai menu khas, olahan belalang seolah memiliki daya tarik tersendiri. Tak hanya penikmat dari kampung setempat, mereka yang dari luar desa hingga luar daerah pun rela datang untuk mencicipi gurihnya cita rasa hewan esktrem tersebut.
Dalam sehari, Fatmawati pun mampu mengabiskan 8 kilogram belalang dalam sehari. Jumlah itu bisa meningkat hampir dua kali lipat saat hari libur.
Belalang goreng biasanya disajikan dengan nasi jagung dan sambal kemangi.
Suyono menyatakan, potensi besar di bidang kuliner ini terus dikembangkan. Pihaknya berupaya agar kegiatan ekonomi kreatif warga ini dapat semakin dikenal.
Fasilitasi dengan penyediaan pusat kuliner pun digodok. Salah satunya dengan mendirikan area pujasera di tanah lapang di kawasan simpul tersebut.
’’Ini nanti rencananya untuk semua pelaku usaha, jadi desa kita lebih ramai dan pastinya akan menggerakkan ekonomi,’’ ujarnya.
Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq memberi dukungan pengembangan ikon wisata kuliner di Desa Suru tersebut.
Ia pun memberi dorongan agar pelaku UMKM dan semua pemdes memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki masing-masing desa.
’’Potensi desa kita dorong agar terus berkembang secara alamiah sesuai karakter desa,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah