Tercatat, sebanyak 22 titik ruas jalan terkategori rawan dan berisiko tinggi diterpa bencana. Pemudik diimbau waspada lantaran masa mudik dan balik Lebaran masih dibayangi cuaca ekstrem.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida Soesetyo Djati menerangkan, sepanjang April curah hujan yang mengguyur bumi Majapahit relatif masih tinggi.
Data dari BMKG menunjukkan, rata-rata curah hujan di Mojokerto berada di kisaran 151-400 mm per hari. ’’Dari data tersebut, curah hujan di Mojokerto terkategori tinggi hingga ekstrem,’’ terangnya.
Tingginya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem tersebut membuat para pemudik lebih waspada selama perjalanan. Hasil pemetaan BPBD menunjukkan, total sebanyak 22 titik ruas jalur mudik dan wisata terkategori rawan diterpa bencana.
Baik bencana banjir, angin kencang atau pohon tumbang hingga tanah longsor. ’’Dari data bencana periode Januari sampai Maret memang bencana banjir, angin kencang dan longsor ini terjadi menyebar di sejumlah lokasi,’’ ungkapnya.
Di Kabupaten Mojokerto terdapat 6 titik jalur yang rawan terendam banjir. Empat di antaranya berisiko tinggi. Yakni, Jalan Nasional Mojokerto-Gempol, Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro.
Jalan Brawijaya, Kecamatan Pungging; Jalur alternatif Mojokerto-Jombang, Desa Modongan, Kecamatan Sooko dan Jalan PB Sudirman, Desa Kupang, Kecamatan Jetis.
Selain itu, tercatat 8 titik jalan terkategori rawan terjadi angin kencang dan pohon tumbang.
Di antaranya, Jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet dan Jalur Ngoro-Trawas, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas. Sedangkan 8 titik jalur lainnya tercatat rawan terjadi longsor.
Mulai dari Jalan Raya Pacet-Trawas, Desa Claket, Kecamatan Pacet ; Jalan Raya Pacet-Trawas, Desa Cembor (Jurang Gembolo), Kecamatan Pacet ataupun Jalan Raya Trawas, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas.
’’Selain melakukan sosialisasi dengan pihak terkait, penanganan yang kami lakukan dengan pemasangan rambu di lokasi. Sampai saat ini pemasangan rambu terus kami tambah,’’ papar mantan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto ini.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat, utamanya para pemudik, selalu waspada sepanjang perjalanan.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pemudik diimbau menghentikan perjalanan saat cuaca buruk. Termasuk tidak berteduh di bawah pohon maupun reklame yang rawan tumbang dan roboh.
’’Pemudik bisa berhenti sejenak di tempat yang aman atau rest area maupun posko yang disediakan di sepanjang jalur mudik,’’ tandas Kalaksa. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah