Pemkab Mojokerto menargetkan proyek bersumber dari bantuan keuangan (BK) khusus desa itu rampung pekan depan.
Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto Yurdiansyah mengatakan, pembangunan dua RTH dengan anggaran 2023 tinggal finishing.
Kedua proyek swakelola pemerintah desa itu terus dikebut. ’’Alhamdulillah progresnya bagus. Pengerjaan tinggal finishing saja,’’ ungkapnya.
Sesuai laporan pemerintah desa, pembangunan sudah mencapai 96 persen. Seperti di RTH Desa/Kecamatan Gedeg dengan nilai Rp 5 miliar. Sesuai pantauan di lapangan, proyek ini tinggal penuntasan pavingisasi di area taman.
Termasuk pemasangan tempat bermain anak. Sementara untuk pagar dan gapura terlihat sudah terbangun sempurna.
Pun demikian dengan pendapa dan pujasera, serta kolam renangnya juga nampak sudah rampung.
’’Jadi tinggal 4 persen saja pengerjaannya, saat ini juga masih berlangsung. Pokoknya kita target akhir bulan ini rampung,’’ tegasnya.
Begitu juga dengan RTH di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi senilai Rp 4 miliar. Progresnya juga di angka 95 persen. Itu setelah sejumlah konstruksi bangunan di area RTH sudah tuntas dikerjakan.
Menurutnya, kedua RTH yang tengah digeber saat ini sudah ditinjau bappeda sebagai persiapan salah satu proyek yang bakal diresmikan dalam memperingati hari jadi Kabupaten Mojokerto.
’’Pokoknya kita usahakan tidak sampai April sudah selesai, jadi tinggal satu pekan lagi pengerjaannya,’’ paparnya.
Sebagai monitoring, Yurdiansyah mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan tinjauan lapangan.
Kedua desa juga bakal diundang untuk melaporkan progres kepada pimpinan daerah. Sementara itu, untuk sejumlah paket proyek lainnya yang bersumber dari BK desa TA 2023 dipastikan sudah tuntas 100 persen.
’’Kalau pengerjaannya sudah tuntas, tapi tinggal beberapa LPJ-nya saja yang belum terkirim, rencananya kita undang juga untuk konfirmasi, kesulitannya di mana agar cepat bisa dicarikan solusi,’’ jelasnya.
Perlu diketahui, BK desa pada P-APBD 2023 menyasar 162 desa dengan paket fisik 230 kegiatan. Sebagian besar untuk perbaikan jalan lingkungan desa. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah