Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tiga Kali Dikunjungi Turis Asing, Wisata Sejarah Majapahit di Mojokerto Bakal Kembali Didatangi November Mendatang

Khudori Aliandu • Selasa, 26 Maret 2024 | 15:30 WIB

SEJARAH: Rombongan turis mancanegara mengunjungi Candi Bajangratu di Trowulan Mojokerto.
SEJARAH: Rombongan turis mancanegara mengunjungi Candi Bajangratu di Trowulan Mojokerto.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sebanyak 190 turis asing dari berbagai negara kembali kunjungi destinasi wisata sejarah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Itu jadi kunjungan ketiga kalinya dalam rangkaian tur dari kapal pesiar asal Eropa yang bersandar di Surabaya, yang kagum atas peradaban Majapahit di bulan ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Norman Handhito mengungkapkan, kekayaan sejarah yang tersimpan di bumi Majapahit ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

Terbukti, di bulan ini saja, setidaknya sudah tiga kali terdapat kunjungan rombongan turis asing dari berbagai negara. Terakhir, kemarin sebanyak 190 wisatawan.

’’Kunjungan wisatawan mancanegara dari berbagai negara akhir-akhir ini membuktikan jika kekayaan sejarah di Kabupaten Mojokerto ini menyita dunia,’’ ungkapnya.

Tak sekadar untuk berlibur, kehadiran mereka juga menunjukkan kekagumannya atas benda cagar budaya peninggalan kerajaan Majapahit yang masih tersimpan rapi.

Termasuk, pelestarian budaya dan kearifan lokal yang masih terus terjaga di tengah perkembangan zaman yang kian modern sekarang ini.

’’Harapannya dengan kehadiran turis asing ini, Mojokerto makin dikenal dunia dengan kekayaan peninggalan bersejarahnya. Tidak hanya sejarah, tapi ke depan kita harap wisata alam dan buatan kita juga menjadi magnet bagi mereka,’’ tegasnya.

Hanya saja, keterbatasan waktu sejauh ini memang menjadikan para wisatawan asing yang berkunjung belum sampai menikmati wisata alamnya.

Dengan waktu tak sampai sehari penuh, mereka hanya mampu berkeliling untuk menikmati peninggalan bersejarah saja. Mulai Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, hingga Museum Trowulan.

Termasuk, wisata Buddha Tidur, di Desa Bejijong. ’’Kapal datang kan pukul 08.00 atau 09.00 pagi, berangkat lagi pukul 17.00, jadi tidak menginap. Tapi kita tetap bersyukur karena kita Mojokerto, masih menjadi salah satu opsi tujuan. Sesuai jadwal November nanti baru ada lagi, kalau tidak berubah,’’ tuturnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#wisata pacet #wisata trawas #wisata majapahit #kabupaten #wisata mojokerto #mojokerto