Dalam sepekan, seluruh lingkungan digalakkan untuk melaksanakan PSN dua kali sepekan.
Lurah Prajurit Kulon Muhamad Nurhadi mengungkapkan, PSN menjadi kegiatan rutin yang dilakukan tiap Jumat pagi.
Namun, seiring merebaknya kasus DBD di wilayah Kota Mojokerto saat musim pancaroba ini, kegiatan tersebut ditingkatkan guna menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. ’’Sekarang PSN kami lakukan seminggu dua kali,’’ tandasnya, Senin (25/3).
Selain hari Jumat, PSN juga dilaksanakan tiap Selasa pagi. Nurhadi mengatakan, PSN dilakukan secara serentak di 30 wikayah Rukun Tetangga (RT) dan 10 Rukun Warga (RW) di 4 lingkungan se-Kelurahan Prajurit Kulon.
Dalam giat tersebut, sebanyak 78 kader PSN bergerak di masing-masing lingkungan untuk memastikan bak mandi maupun tempat penampungan air di rumah warga bebas dari jentik nyamuk.
’’Kami juga dibantu tim prameswari, petugas puskesmas, dan TNI/Polri juga saat giat PSN,’’ paparnya.
Menurut Nurhadi, ditingkatkannya PSN akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan. Melalui gerakan tersebut, diharapkan mampu mencegah penyebaran kasus DBD di wilayah Prajurit Kulon.
Di samping itu, masyarakat juga diajak untuk melakukan kerja bakti secara rutin sebulan sekali. Secara bergotong royong, warga juga diimbau untuk membersihkan lingkungan sekitar.
Jika sebelumnya difokuskan untuk membersihkan rumput liar dan pemangkasan pohon, kali ini masyarakat diminta untuk membersihkan selokan dan sampah yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
’’Selain faktor hujan, sebagian wilayah di Kelurahan Prajurit Kulon bekas-bekas rawa sehingga harus rutin dilakukan bersih-bersih lingkungan,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah