Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkot Mojokerto Tambah Empat Kamera Pengawas, Antisipasi Kemacetan Lebaran, Siapkan Skema Pengalihan Arus

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 26 Maret 2024 | 02:37 WIB

ANTISIPATIF: Petugas Dishub Kota Mojokerto memasang kamera pengawas yang dikendalikan melalui CC room di simpang empat Brawijaya-Prapanca jelang Lebaran.
ANTISIPATIF: Petugas Dishub Kota Mojokerto memasang kamera pengawas yang dikendalikan melalui CC room di simpang empat Brawijaya-Prapanca jelang Lebaran.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengelola lalu lintas di Kota Mojokerto menyiapkan skenario mengantisipasi kemacetan selama Lebaran. Empat persimpangan jalan kini dipasangi kamera pengawas, satu di antaranya dapat memodifikasi durasi lalu lintas. Skema pengalihan arus juga disiapkan di titik-titik penumpukan kendaraan dan pusat perbelanjaan. 

Berbagai langkah itu dipersiapkan Dishub Kota Mojokerto bersama kepolisian dan instansi terkait dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan selama masa sekitar Lebaran 2024. Mobilitas masyarakat yang bertepatan arus mudik dan arus balik diprediksi naik mulai 5 April sampai 16 April. ’’Kementerian Perhubungan memperkirakan lonjakan (volume kendaraan) luar biasa, oleh karena itu kami melakukan antisipasi,’’ kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Mojokerto Imam Syafi’i, Minggu (24/3). 

Antisipasi gangguan lalu lintas yang dilakukan antara lain menambah kamera pengawas baru di empat persimpangan sejak pekan lalu. Yakni di simpang Penarip (Tugu Onde-Onde), simpang eks Bentar, simpang tiga Randugede-Empunala, dan simpang empat Brawijaya-Prapanca. Tiga kamera pertama bersifat statis sebagai pemantau sedangkan yang terakhir dapat diintervensi. Artinya, petugas dapat memodifikasi durasi lampu lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. 

Imam menyebut, dengan penambahan ini, total terdapat 21 persimpangan yang telah ter-cover kamera pengawas dengan jumlah CCTV sebanyak 73 unit. Dari puluhan persimpangan itu, 11 titik di antaranya dapat dikontrol sesuai kebutuhan. Seluruh kamera terhubung ke CC room ATCS (area traffic control system) di kantor dishub. ’’Kami juga akan menempatkan personel piket di CC room untuk memantau lalu lintas selama masa angkutan Lebaran mulai tanggal 5-16 April,’’ jelasnya. 

Menurut Imam, terdapat sejumlah titik yang dipetakan rawat macet pada masa Lebaran nanti. Di antaranya simpang empat Gajah Mada-Empunala. Penumpukan kendaraan di jalur utama kota ini kerap terjadi dari arah utara dan selatan. Selain itu, kemacetan juga rentan terjadi di kawasan perbelanjaan simpang Majapahit-Kartini. 

Melalui sistem kendali ATCS, petugas akan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas di persimpangan yang mengalami penumpukan kendaraan. ’’Kalau misal kami kendalikan dari CC room tidak bisa, kami hubungi rekan-rekan di pos untuk turun ke lapangan dengan kepolisian untuk mengatur secara manual,’’ imbuhnya. 

Pos pengamanan Lebaran ini tersebar di empat titik, yaitu Alun-Alun, Jalan Benteng Pancasila (Sunrise Mall), Stasiun Mojokerto, dan Simpang Empat Sekar Putih. Tak hanya melalui prasarana lalu lintas, pengendalian kemacetan dengan skema pengalihan arus pun disiapkan. Sasarannya antara lain simpang Pemuda-Gajah Mada dan pusat perbelanjaan di sepanjang Jalan Bhayangkara. Sebagaimana masa Lebaran sebelumnya, sistem satu jalur diterapkan untuk mengurai kemacetan. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#mojokerto macet #kemacetan lalu lintas #kamera pengawas #Kota Mojokerto