Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemdes Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Sesalkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Martda Vadetya • Minggu, 24 Maret 2024 | 12:35 WIB

FOKUS PEMBANGUNAN: Kepala Desa Kunjorowesi Susi Sudarsono (kiri) saat menghadiri salah satu kegiatan seremonial di desa.
FOKUS PEMBANGUNAN: Kepala Desa Kunjorowesi Susi Sudarsono (kiri) saat menghadiri salah satu kegiatan seremonial di desa.
PEMBANGUNAN infrastruktur menjadi salah satu aspek penting bagi Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro.

Salah satu desa di ujung timur Kabupaten Mojokerto ini secara bertahap meningkatkan sarana dan prasarana di desa dengan tiga dusun tersebut.

Namun begitu, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunjorowesi tampaknya punya kendala dalam beberapa aspek.

Terutama, rusaknya jalan kabupaten yang menjadi akses masuk menuju salah satu desa yang ada di lereng Gunung Penanggungan ini. Mirisnya, jalan tak kunjung diperbaiki meski telah rusak bertahun-tahun.

”Akses jalan ini menyangkut tiga desa. Manduro Manggunggajah, Watesnegoro dan Kunjorowesi sendiri. Yang rusak sekitar 700 meter. Statusnya jalan kabupaten, sudah pernah diukur dan disurvei,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kunjorowesi Susi Sudarsono.

Dijelaskannya, jalan paving tersebut telah rusak sejak sekitar dua tahun lalu. Sejumlah upaya telah dilakukan pihak desa agar jalan segera diperbaiki.

Salah satunya, mengajukan perbaikan jalan rusak dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahunan Kecamatan Ngoro.

”Sejak dua tahun lalu sudah dimasukkan ke SIPD oleh tiga desa (Manduro Manggunggajah, Watesnegoro dan Kunjorowesi) ini. Tapi nggak tahu kok sampai sekarang belum ada perbaikan. Padahal gubernur saja sering berkunjung ke sini,” sebut Susi.

Praktis, sejauh ini pihaknya hanya bisa melakukan penambalan jalan paving dengan seadanya.

Pasalnya, warga yang melintas dibuat tidak nyaman dengan kondisi berlubang dan berdebu saat melintas.

Apalagi, kerusakan semakin parah saat musim hujan. ”Ditambal pakai paving seadanya itu, miring-miring asalkan ditutup. Karena kalau desa yang perbaiki pakai Dana Desa, jelas salah peruntukannya,” tuturnya.

Hal tersebut cukup disesalkan. Sebab akses jalan masuk desa menjadi perwajahan desa dengan tiga dusun yang saat ini sedang meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana desa.

Baca Juga: Pemdes Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Beri Promo Spesial di Wisata Sumber Dhuwur

Selain menggeber pembangunan jalan desa hingga program ketahanan pangan, Desa Kunjorowesi memperkuat sejumlah titik plengsengan di kawasan permukiman.

Karena kontur geografis desa di wilayah kaki dan lereng Gunung Penanggungan ini relatif miring.

”Salah satu yang masuk RPJMDes kita ini pembangunan dan penguatan pelengsengan. Terutama yang dekat dengan jalan, rawan rusak,” tandasnya. (vad/ron) 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Kecamatan Ngoro #kelana desa #desa kunjorowesi