Gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 6.5 yang terasa sekitar pukul 16.00 bahkan membuat warga di Mojokerto panik.
Getaran gempa susulan itu terasa selama beberapa detik. Di sejumlah tempat di Mojokerto, gempa sampai menggetarkan perabotan rumah.
’’Lemari goyang, piring dan gelas di dalamnya kluntingan,’’ kata Vivi, warga Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kemarin sore.
Di Kota Mojokerto, getaran gempa membuat warga berlari keluar rumah. Mereka menghambur ke jalan karena takut bangunannya ambruk.
’’Takut ini tadi sedang nonton televisi bergetar,’’ ujar Sutini, warga Jalan Tropodo.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida memastikan getaran gempa yang sampai Mojokerto tak menimbulkan kerusakan. ’’Cuma terasa, tapi tidak ada laporan kerusakan,’’ ujarnya.
Sebelumnya, gempa yang berpusat di lepas pantai Tuban itu pertama kali terjadi pukul 11.22.
Menurut BMKG, goncangan gempa berkekuatan 6.0 dan diikuti puluhan gempa susulan, termasuk pada pukul 15.52.
Gempa berkekuatan 6.5 ini dirasakan hampir di seluruh wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
BMKG merilis pusat gempa berjarak 130 kiloneter timur laut Tuban, 151 kilometer barat laut Lamongan, 151 kilometer timur laut Rembang, 172 kilometer barat laut Surabaya, dan 613 kilometer timur laut Jakarta.
’’Gempa ini tidak berpotensi tsunami,’’ demikian keterangan BMKG.
BMKG merinci, gempa dirasakan di Blora, Madura, Gresik, Surabaya, Banjar, Banjarbaru, Sampit, Banjarmasin, Martapura, Balikpapan, Tanah Grogot, Mojokerto, Malang, Lumajang, Madiun, Nganjuk.
Dan juga, Pasuruan, Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Semarang, Pacitan, Trenggalek, Blitar, Solo, Sleman, Yogyakarta, Kulonporogo, Kebumen, dan Temanggung. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah